Mengenal Perbedaan Dua Serangan Cacingan pada Sapi

Pertanianku Cacingan pada sapi sangat mungkin terjadi, terlebih jika kebersihan peternakannya tidak dijaga dengan baik. Ada dua jenis cacing yang paling sering menyerang sapi potong, yakni cacing hati dan cacing pita. Keduanya memiliki perbedaan dalam pola serangan dan kerugian yang diakibatkan.

Cacingan pada sapi
Foto: freepik

Cacing hati

Penyakit cacing hati pada sapi sering juga disebut sebagai fasciolasis. Penyakit ini disebabkan oleh spesies Fasciola hepatica dan Fasciola gigantica. Kedua jenis cacing ini menyerupai daun yang pipih dengan alat isap di bagian mulut dan perutnya.

Loading...

Siklus hidup cacing hati sebagai berikut. Telur yang keluar bersama cacing hati yang sudah terserang fasciolasis sebelumnya berkembang dan menetas menjadi larva bersilia bernama myrasidium. Myrasidium ini kemudian tumbuh dan berkembang dalam tubuh siput.

Cacing yang sudah berkembang menjadi cercaria keluar dan menempel di tumbuhan air menjadi metacerkaria. Jika sapi mengonsumsi rumput atau tanaman tersebut, sapi akan terinfeksi oleh cacing hati.

Pencegahan dan pemberantasan serangan cacing pita pada sapi potongan dapat Anda dapatkan dari buku Panduan Lengkap Sapi Potong yang diterbitkan oleh Penerbit Penebar Swadaya. Tak hanya cacing hati, dalam buku ini juga diulas mengenai seluk beluk beternak sapi potong dan cocok bagi pemula ataupun yang sudah lama bergelut di industri ternak sapi.

Cacing pita

Selain cacing hati, cacingan pada sapi juga dapat disebabkan oleh serangan cacing pita. Spesies cacing yang menyebabkan penyakit ini adalah Taenia saginata. Parahnya, cacing pita dapat menyerang manusia melalui daging sapi yang dikonsumsi oleh manusia jika pemasakannya tidak sempurna.

Ciri cacing pita yang menyerang sapi adalah ukuranya yang besar dan panjang. Panjang cacing ini dapat mencapai 4—12 meter dengan skoleks 1—2 milimeter. Cacing ini memiliki leher sempit dan ruas-ruas yang tidak jelas.

Baca Juga:  Membuat Probiotik Herbal untuk Ternak Ayam Kampung

Sapi dapat terserang cacing pita jika mengonsumsi rumput yang mengandung telur cacing pita. Cacing kemudian menyusup ke dinding usus. Kemudian, cacing akan masuk ke aliran darah dan otot tubuh membentuk kista.

Jika sapi dikonsumsi manusia, ia akan tumbuh dalam usus manusia. Ia akan bersarang di usus manusia dan bertelur yang kemudian terbawa oleh tinja tersebut.

Sama seperti cacing hati, pencegahan dan pemberantasan cacingan pada sapi akibat cacing pita dapat Anda dapatkan di buku Panduan Lengkap Sapi Potong yang diterbitkan oleh Penerbit Penebar Swadaya.

Loading...
Loading...