Mengenal Petani Milenial yang Hasilkan Omzet Ratusan Juta per Bulan

Pertanianku — Siapa bilang mahasiswa pertanian tidak memiliki masa depan yang menjamin. Nyatanya, ada seorang petani milenial yang hasilkan omzet ratusan juta per bulannya. Sandi Octa Susila, alumni Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) melanjutkan usaha ayahnya di bidang pertanian dengan skala yang lebih besar.

petani milenial yang hasilkan omzet ratusan juta
Foto: Pixabay

Melansir Republika, ia kini menggerakkan bisnis 373 petani, mengelola total 120 hektare lahan sayuran yang sebagiannya berafiliasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta membawahi 50 karyawan. Melalui bisnisnya tersebut, Sandi menghasilkan omzet sekitar Rp500 juta per bulan.

Pemuda yang memiliki semangat tinggi ini memulai usaha sejak masih duduk di bangku kuliah. Awal terjun di dunia bisnis, Sandi melihat banyak hasil panen kebun sayur tidak maksimal diperjualbelikan. Bermodalkan salah satu situs jual beli daring, ia mendokumentasikan satu per satu hasil produksi ayahnya dan para petani di kampung halamannya.


Loading...

“Saya memulai usaha pada 2015. Saat itu, masih semester 5. Saya ambil wortel, selada, beras, daun bawang, dan kentang dari lahan ayah saya sendiri dan beberapa hasil panen petani lainnya,” kata Sandi.

Berselang beberapa waktu, ia sudah mampu melayani pesanan dari sebuah perusahaan makanan cepat saji. Dia mengaku, mampu membukukan usaha dengan omzet Rp3 juta dan keuntungan sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per dua pekan. Saat itu, baginya, nominal tersebut sudah terbilang besar.

Ia kemudian fokus menjual produk pertaniannya kepada hotel, restoran, dan katering (horeka). Dalam kurun waktu empat tahun, komoditas sayur-mayur di bawah binaannya berhasil memasok 25 hotel di Jawa Barat dan beberapa retail modern di Jakarta.

Selain usaha budidaya lahan, Sandi juga membina Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) yang terbuka bagi seluruh masyarakat. Pada level bisnis, dirinya mengembangkan UD Mitra Tani Parahyangan yang didaulat sebagai perusahaan pemasok bahan baku hotel.

Baca Juga:  Pengendalian OPT Hayati Semakin Diminati

Dalam menerapkan harga jual, pemuda berusia 26 tahun ini menawarkan harga yang tetap menguntungkan petani. Kepiawaiannya merangkul petani, meyakinkan perusahaan, dan membangun kerja tim adalah kunci sukses Sandi.

Sandi bertekad terus mengembangkan bisnisnya. Bahkan, dalam waktu dekat, Sandi tengah mengembangkan inovasi agrowisata yang dibuka untuk para pengunjung studi banding, kuliah lapangan, hingga untuk umum dalam bentuk kelompok. Tidak hanya itu, Sandi juga tengah mengkaji bisnis ekspor ke Timur Tengah.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi mengatakan, kemudahan berinvestasi di sektor pertanian telah mendukung kondusivitas iklim usaha. Hal itu membuat usaha pertanian terus mengalami perbaikan.

Meskipun, kata Agung, jumlah petani tradisional terus menurun, rata-rata produksi komoditas pangan pokok mengalami kenaikan yang diikuti dengan inflasi pangan yang rendah.

“Berarti, ada efisiensi dalam produksi dan ada perhatian kepada Indonesia bahwa pemerintah serius memikirkan nasib pertanian,” ujar dia.

Loading...
Loading...