Mengenal Tanaman Garut Sebagai Obat Herbal

Pertanianku Tanaman garut memiliki nama Latin Maranta arundinacea L. Nama tanaman ini berbeda-beda di beberapa daerah, seperti sagu ban-ban, sagu raut, saku ndrawa, krarus, peda sula, huda sula, larut, garut, dan arut. Di Cina, tanaman ini bernama cuk yu, sedangkan di Inggris tanaman ini disebut arrowroot dan Bermuda arrowroot.

tanaman garut
foto: http://pascapanen.litbang.pertanian.go.id/

Tanaman herba ini memiliki rasa manis dan bersifat menguatkan (tonik). Tanaman garut mengandung bahan kimia seperti flavonoid dan saponin. Efek farmakologi yang dimiliki oleh tanaman ini adalah antiradang dan meningkatkan nafsu makan.

Bagian yang bisa dimanfaatkan dari tanaman garut sebagai obat herbal adalah umbinya. Agar dapat merasakan khasiatnya, tanaman harus dibuat menjadi ramuan obat herbal terlebih dahulu. Berikut ini obat herbal yang terbuat dari tanaman garut.

Loading...

Diare

Gunakan 50 gram umbi garut yang sudah diolah menjadi bubuk dan 10—20 gram daun jambu biji. Rebus semua bahan dengan 1,5 gelas air hingga mendidih dan menjadi bubur. Pisahkan daun jambu dan makan buburnya sekaligus sebanyak 1 kali sehari.

Digigit serangga dan ular berbisa

Tumbuk 10 gram umbi garut kering hingga menjadi bubuk. Campurkan dengan 60 gram lidah buaya yang sudah dijus dan aduk hingga rata. Oleskan campuran ramuan tersebut ke bagian yang sakit.

Disentri

Cuci bersih 25 gram umbi garut dan 15 gram patikan kebo, lalu rebus dengan 2 gelas air hingga airnya tersisa 1 gelas. Dinginkan dan saring. Minum air rebusan tersebut sekaligus saat masih hangat. Lakukan sebanyak 2 kali sehari secara rutin.

Keputihan

Cuci bersih 100 gram umbi garut dan 30 gram kulit delima kering. Rebus semua bahan dengan 2 gelas air hingga mendidih dan menjadi bubur. Pisahkan kulit delima dan makan buburnya sekaligus 1 kali sehari.

Baca Juga:  Khasiat Ginseng Jawa untuk Melancarkan ASI

Menambah nafsu makan dan kekurangan asam lambung

Tumbuk 80 gram umbi garut kering hingga menjadi bubuk. Selanjutnya, rebus bubuk tersebut dengan asam jawa secukupnya bersama 2 gelas air hingga mendidih dan berubah menjadi bubur. Makan bubur sekaligus 2 kali sehari.

 

 

 

Loading...
Loading...