Mengenal Tanaman Jabon Putih


Pertanianku – Berbeda dengan sengon yang varietas unggulnya masih merupakan satu spesies, varietas jabon yang dikenal pekebun sejatinya merupakan dua jenis berbeda, yaitu jabon putih Antocephalus cadamba dan jabon merah Antocephalus macrophyllus. Jabon putih sudah sejak lama dikenal masyarakat karena merupakan tanaman asli tanahair yang tersebar dari Sumatera hingga Papua. Namun, penanaman massal oleh pekebun baru marak sekitar 2008.

Jabon Putih

Maraknya penanaman jabon disebabkan oleh kebutuhan industri kayu yang makin meningkat, sementara persediaan kayu di alam terbatas. Untuk itu, pontua—nama lain jabon di Sulawesi—yang tumbuh cepat seperti sengon menjadi salah satu pilihan. Jabon putih cocok ditanam di dataran menengah dengan ketinggian 300—800 m dpl dan bercurah hujan relatif tinggi sekitar 1.600 mm per tahun. Jabon sering dijumpai tumbuh di pinggir sungai, rawa, dan daerah terendam air.

Jabon putih dapat mencapai tinggi 45 m dan diameter 100—160 cm dengan batang lurus dan silindris. Cabangnya tersusun berseling dan mudah gugur. Kayunya berwarna kuning atau putih dengan kulit batang abu-abu yang halus saat tanaman muda. Kulit batang itu menjadi kasar saat tanaman tua. Jabon putih di alam dapat berbunga pada umur 4 tahun. Bunga biasanya muncul pada April—Agustus atau Maret—November. Buahnya biasa dimakan burung yang sekaligus membantu penyebarannya di alam.

 

Sumber: Buku Sengon dan Jabon Kayu Super Cepat

 

Baca Juga:  Ciri-ciri Kedelai dengan Kualitas Bagus