Mengenal Tanaman Pisang


Pisang

Pertanianku – Pisang berasal dari Asia Tenggara. Kini, tanaman pisang telah menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Buah pisang sangat populer dan digemari oleh semua lapisan masyarakat. Pisang yang dikonsumsi segar sebagai buah meja ini berasal dari hasil persilangan alamiah antara Musa acuminata dengan Musa balbisiana yang kini turunannya dikenal lebih dari ratusan jenis pisang, yakni pisang meja, pisang rebus (olahan), dan pisang hias. Pisang meja yang terkenal antara lain ambon kuning, ambon hijau (ambon lumut), cavendish, dan ambon putih. Jenis pisang lain untuk buah meja yang berpotensi digemari konsumen adalah pisang raja (raja bulu), barangan, pisang mas, dan pisang sere.

A. Sifat botani

Pisang merupakan tanaman semak berbatang semu (pseudostem). Tingginya bervariasi antara 1—4 m, tergantung varietasnya. Tanaman bersifat merumpun (tumbuh anakan). Tiap tanaman hanya berbuah sekali, setelah itu mati (monokarpik).

  • Daun dan batang

Daunnya lebar dan panjang. Tulang daun besar. Tepi daun tidak mempunyai ikatan yang kompak sehingga mudah robek bila terkena tiupan angin kencang. Batang berbonggol (corm, umbi) berukuran besar dan memiliki banyak mata tunas yang dapat tumbuh menjadi tunas anakan (sucker).

  • Bunga

Berbunga tunggal. Bunga keluar pada ujung batang dan hanya sekali berbunga selama hidupnya (monokarpik). Bunga pisang disebut jantung. Jantung ini berwarna merah tua, tetapi ada pula yang berwarna kuning dan ungu. Setiap jantung terdiri dari satu atau banyak bakal buah (sisir). Setiap sisir dilindungi oleh sebuah daun kelopak. Bunganya sempurna, tetapi pada ujung jantung umumnya berbunga jantan. Seludang satu per satu mekar dan tampak sisirnya. Ujung jantung tidak mekar, tersisa jantungnya.

  • Buah

Bunga pisang menyerbuk silang melalui serangga penyerbuk, tetapi umumnya tepung sari tidak terlalu fertil. Oleh karena itu, banyak buah pisang yang tidak berbiji (partenokarpi). Jenis pisang untuk konsumsi segar (buah meja) tidak berbiji karena jumlah kromosomnya berlipat tiga (3n) yang disebut triploid. Pisang meja yang berbiji (diploid) adalah pisang batu (klutuk) dan sedikit biji pisang siem dan kepok (kepok kuning lebih manis daripada kepok putih).

  • Akar
Baca Juga:  Pohon Kersen, Berbuah Mungil Tapi Besar Manfaatnya

Tanaman pisang tidak mempunyai akar tunggang. Akar samping merupakan akar serabut yang banyak, tetapi lunak.

B. Agroekologi

Tanaman pisang dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga dataran tinggi 1.000 m dpl yang bertipe iklim basah. Curah hujan berkisar antara 1.000— 3.000 mm/tahun. Tanaman lebih cocok tumbuh di tanah yang subur dengan pH tanah 4,5—7,5. Di daerah yang iklimnya agak kering dengan musim kemarau 4—6 bulan, tanaman pisang masih tumbuh asalkan ketinggian air tanah kurang dari 150 cm di bawah permukaan tanah. Lahan yang air tanahnya sangat dangkal kurang baik ditanami pisang. Bila ditanam di lahan tersebut, tanaman akan tumbuh kerdil dan terserang penyakit layu.

Tanaman pisang lebih cocok ditanam di tempat terbuka, tetapi tidak tahan terhadap tiupan angin kencang karena daunnya mudah sobek. Daun yang sobek kurang mampu melakukan fotosintesis.

C. Varietas unggul

Varietas yang dianjurkan untuk pengembangan adalah ambon kuning, raja bulu, dan barangan. Pisang cavendish (ambon jepang) yang dianjurkan belum banyak diterima konsumen.

 

Sumber: Buku Berkebun 26 Jenis Tanaman Buah