Mengenal Tanaman Tebu Lebih Dekat

Pertanianku — Tebu sudah terkenal sebagai tanaman penghasil gula yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tanaman tebu atau Saccharum officinarum tumbuh subur di daerah tropika dan subtropika hingga batas garis isotre 20°C, yakni sekitar 19°LU—35°LS.

tanaman tebu
foto: Pixabay

Kondisi tanah yang bagus untuk tanaman tebu adalah tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah. Akar tanaman tebu sangat peka terhadap kekurangan udara di dalam tanah. Oleh karena itu, kondisi pengairan dan drainase pada lahan harus diperhatikan dengan benar.

Jika dilihat dari jenis tanah yang cocok untuk tebu, tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di berbagai jenis tanah seperti alluvial, grumusol, latosol, dan regusol di ketinggian 0—1.400 meter di atas permukaan laut. Namun, ketinggian yang paling optimal untuk pertumbuhan tanaman ini ialah kurang dari 500 meter di atas permukaan laut. Sementara itu, tebu yang tumbuh di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut cenderung memiliki pertumbuhan tanaman yang lambat.

Batang tanaman tebu berdiri lurus dan beruas yang dibatasi dengan buku-buku. Pada setiap buku batang terdapat mata tunas. Batang tanaman tebu berasal dari mata tunas yang berada di bawah tanah dan tumbuh keluar serta berkembang biak membentuk rumpun. Rata-rata batang tebu berdiameter 3—5 cm dengan tinggi batang sekitar 2—5 meter. Batang tebu tidak bercabang.

Tanaman tebu berakar serabut yang tidak panjang dan tumbuh dari cincin tunas anakan. Pada fase pertumbuhan batang tanaman, terbentuk juga akar di bagian yang lebih karena pemberian tanah yang digunakan sebagai tempat tumbuh.

Daun tanaman berbentuk busur seperti pita, berselang-seling, berpelepah seperti daun jagung, dan tidak bertangkai. Tulang daun sejajar berada di tengah dan berlekuk. Bagian tepi daun terkadang bergelombang dan berbulu keras.

Baca Juga:  Asparagus densiflorus, Tanaman Hias Ekor Tupai yang Banyak Digemari

Bunga tebu berupa malai yang tumbuh sepanjang 50—80 cm. Cabang bunga pada tahun pertama berupa karangan dan pada tahap selanjutnya berupa tandan dengan dua bulir panjang 3—4 mm. Pada bunga tebu terdapat benang sari dan putik dengan dua kepala putik serta bakal biji.

Tebu juga memiliki buah yang berbentuk seperti padi. Buah tersebut memiliki satu biji dengan besar lembaga 1/3 panjang biji. Biji tebu sering digunakan oleh pembenih untuk mendapatkan jenis baru dari hasil persilangan. Biasanya jenis tersebut lebih unggul daripada jenis-jenis sebelumnya.

Tanaman penghasil gula ini memiliki nama sebutan yang berbeda-beda di tiap daerah. Misalnya, di Jawa Barat tanaman disebut tiwu, sedangkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur disebut rosan atau tebu.