Mengenal Varietas Nangka Langka Thailand


Pertanianku – Varietas baru tanaman yang marak bermunculan merupakan salah satu bentuk inovasi untuk lebih meningkatkan kualitas produk. Hal inilah yang dilakukan oleh Ricky Hadimulya, pemilik Hara Nursery di bilangan Parung, Bogor. Ricky sukses membudidayakan bibit varietas baru nangka yaitu nangka merah jambu atau disebut pink jackfruit asal Thailand, sehingga menghasilkan buah yang sama persis seperti di tempat asalnya. Rasa buah yang manis dan daging buah tebal warna merah muda merupakan keunggulan tersendiri dibandingkan nangka lokal.

Mengenal Varietas Nangka Langka Thailand

Bibit nangka merah jambu yang didapat Ricky dari Thailand. Saat itu Ricky memboyong lima bibit nangka merah jambu atau pink jackfruit ukuran 40 cm yang dibelinya sekitar Rp150.000/bibit.

Buah nangka ini adalah buah asli dari bagian barat India, yang kemudian menyebar ke seluruh kawasan tropis di dunia. Di Indonesia sendiri pohon ini memiliki beberapa nama daerah antara lain nongko/nangka (Jawa, Gorontalo), langge (Gorontalo), anane (Ambon), lumasa/malasa (Lampung), nanal atau krour (Irian Jaya), dan nangka (Sunda). Di Thailand nangka dikenal dengan nama kanoon dan banyak dikembangkan di Provinsi Chonburi. Dari Chonburi buah Nangka Merah Jambu ini masuk ke pasar-pasar tradisional dan supermarket dengan harga 20 Baht atau setara Rp5.200/250 gram.

“Jika dibandingkan dengan buah nangka pada umumnya, ukuran buah Nangka Merah Jambu ini lebih kecil. Nangka lokal biasanya berbobot hingga lebih dari 12 kg, sedangkan nangka ini hanya sekitar 3–4 kg per buah. Selain itu, daging buahnya sangat tebal karena berbiji kecil, rasanya juga lebih manis, dan mempunyai getah yang sedikit,” terang Ricky.

Setelah melihat banyaknya keunggulan dari nangka merah jambu, Ricky segera membudidayakan dari pohon indukannya. “Sebenarnya saya belum memasarkan secara gencar untuk Nangka Merah Jambu ini lantaran saya takut jika diforsir mati-matian tanaman induk nangka ini justru akan mati. Jadi saya melakukan perbanyakan secara bertahap. Saat ini stok sekitar 100 bibit, dan itupun sudah dipesan orang,” papar Ricky.

Baca Juga:  Cara Paling Mudah Menanam Blueberry dari Biji

Awalnya Ricky melakukan perbanyakan dengan cara okulasi penempelan mata tunas, namun ternyata tak mendapatkan hasil yang memuaskan. Perbanyakan dengan cara tersebut justru gagal. Menurut Ricky hal ini disebabkan karena kandungan getah nangka cenderung banyak dan itu yang akan menghambat proses penyatuan tanaman.

Ricky pun mencoba perbanyakan dengan teknik sambung susu. Menurut Ricky, pada prinsipnya sambung susu adalah penyatuan batang 2 tanaman berbeda. Batang bawah yang digunakan Ricky merupakan batang dari pohon nangka lokal yang berasal dari proses penyemaian biji dalam polybag (umur sekitar 6 bulan). Sedangkan untuk batang entres Nangka Merah Jambu, Ricky mensyaratkan batang minimal sudah berwarna hijau kecokelatan atau berumur 3 bulan sejak keluar tunas.

Proses sambung susu ini adalah dengan memotong batang bawah membentuk huruf V terbalik. Menurut Ricky teknik sambung susu ini sangat mudah dilakukan dan tingkat keberhasilannya sekitar 70%, sedangkan okulasi tingkat keberhasilannya hanya 30%. Sambung susu ini dikatakan berhasil jika batang di kedua ujung ikatan lebih besar dari ikatannya. Dari pengalaman Ricky, pemisahan bibit tersebut perlu waktu 3–4 bulan sejak proses penyusuan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa akar tanaman kuat saat akan di tanaman ditanah.

Prospek usaha pembibitan tanaman varietas baru yang masih jarang dibudidayakan di Indonesia ini pun Ricky akui sangat menjanjikan. Pasalnya hingga kini pengembang tanaman varietas baru tersebut bisa dibilang Hara Nursery pelopornya. Untuk lebih memperkaya koleksi tanaman varietas barunya tersebut Ricky rutin berplesir ke Thailand, India, Amerika, dan negara-negara lainnya demi mendapatkan tanaman varietas baru lainnya.