Mengenali Bahaya dan Ciri-ciri Ikan Berformalin

Pertanianku — Formalin (formaldehyde atau methyl aldehyde) adalah senyawa berbentuk gas tidak berwarna, mengeluarkan bau yang menyengat, dan sangat reaktif. Formalin sering dipasarkan dalam bentuk larutan dan dilarang untuk digunakan pada makanan karena memiliki tingkat karsinogen yang tinggi. Salah satu bahan pangan yang sering diawetkan dengan formalin adalah ikan. Ikan berformalin masih sering dijual oleh oknum pedagang karena dapat bertahan lama.

ikan berformalin
foto: pixabay

Formalin kerap digunakan untuk mengawetkan makanan karena dapat membunuh bakteri, kapang, bahkan virus. Formaldehida yang diberikan akan bereaksi dengan asam amino di dalam protein sehingga menyebabkan denaturasi protein dan cross linking yang dapat menyebabkan produk menjadi lebih kompak, keras, berserat, kering, dan tidak larut dalam air.

Berdasarkan kajian BBP4BKP, beberapa jenis ikan terbukti mampu membentuk secara alami formaldehida, seperti udang vaname, udang windu, kerapu cantrang, kakap merah, kerapu macan, kakap putih, bandeng, cobia, kurisi, dan ikan cokelat. Formaldehida terbentuk sejalan dengan proses pembusukan ikan dan besarannya bergantung pada jenis ikan dan suhu penyimpanan.

Ikan yang dibekukan cenderung memiliki kandungan formaldehida yang lebih tinggi dibanding ikan yang disimpan di suhu kamar atau yang di es. Formaldehida tersebut akan bereaksi dengan protein daging ikan dan menyebabkan tekstur daging menjadi liat sehingga disarankan untuk tidak mengonsumsi ikan yang mengandung formaldehida dengan dosis di atas 10 ppm.

Formaldehida dapat menyebabkan kerusakan DNA karena senyawa ini terikat cepat dengan protein yang menyebabkan ikatan silang DNA-protein dan memecah DNA menjadi single stranded-DNA (DNA menjadi rusak).

Efek jangka panjang yang ditimbulkan oleh formaldehida adalah penurunan nafsu makan dan minum, menurunkan berat badan, penipisan dinding mukosa, peningkatan berat dan kerusakan pada ginjal, serta meningkatkan risiko terjadinya tumor dan leukemia.

Baca Juga:  Alat Vanamerator Sukses Genjot Produksi Udang di Sulawesi Selatan

Sementara itu, ikan yang diberikan formalin umumnya memiliki ciri-ciri berikut.

  • Daging ikan berwarna pucat dan keras ketika ditekan dengan jari.
  • Mata ikan cenderung berwarna merah dan pudar, sedangkan mata ikan yang segar cenderung jernih.
  • Ketika daging disayat akan tampak pucat dan isi perut sudah tidak utuh. Sementara itu, ikan segar ketika disayat akan mengeluarkan darah dengan isi perut yang masih utuh.
  • Insang ikan berformalin terlihat berwarna pucat cenderung keputihan, bahkan terkadang mengeluarkan lendi
  • Ikan berformalin cenderung keras, tegak, dan kaku saat dipegang. Padahal, ikan yang segar akan terasa lemas dan lunglai saat dipegang.
  • Biasanya, ikan yang sudah diberikan formalin tidak dihinggapi oleh lalat.