Mengenali Sumber Modal untuk Usaha Budidaya

Pertanianku — Modal usaha merupakan instrumen penting yang perlu Anda miliki saat memulai usaha budidaya. Modal menjadi penentu akan seperti apa usaha yang Anda jalankan, skala kecil atau skala besar. Ada beberapa sumber modal yang bisa digunakan untuk menjalani usaha budidaya seperti berikut.

usaha budidaya
foto: Pertanianku

Tabungan

Tabungan adalah uang simpanan milik sendiri. Dana tabungan terbilang mudah ditarik sehingga Anda bisa segera memanfaatkannya. Tabungan termasuk modal yang paling aman karena pada dasarnya tabungan merupakan kelebihan uang setelah kebutuhan hidup sehari-hari terpenuhi.

Pinjaman dari lembaga keuangan

Lembaga keuangan merupakan salah satu sumber modal yang bisa Anda manfaatkan. Biasanya, lembaga tersebut mengajukan beberapa persyaratan. Lembaga keuangan yang dimaksud adalah bank atau pegadaian.

Pinjaman keluarga

Modal usaha budidaya juga bisa bersumber dari pinjaman keluarga, baik keluarga dekat maupun keluarga jauh. Namun, saat melakukan peminjaman, Anda perlu melakukan pencatatan dan siapkan saksi. Pencatatan berguna untuk membuat akad peminjaman menjadi lebih jelas, sedangkan saksi bertugas untuk menyaksikan akad peminjaman tersebut sehingga risiko salah paham bisa diminimalisir.

Pencatatan dan saksi juga berguna untuk menjaga hubungan personal antara Anda dan keluarga. Pasalnya, banyak kasus hubungan kekeluargaan yang rusak disebabkan oleh pinjam-meminjam.

Pemanfaatan aset

Sumber modal untuk usaha budidaya bisa berupa aset yang Anda miliki, seperti rumah, kendaraan, dan perhiasan. Namun, sumber modal ini tidak secair tabungan karena barang-barang tersebut belum tentu bisa terjual dengan cepat. Begitupun bila digadaikan, belum tentu proses penggadaian aset berjalan lancar.

Kerja sama

Apabila tidak memiliki tabungan atau aset dan tidak ingin mengajukan pinjaman, Anda bisa membangun hubungan kerja sama dengan pemodal. Dalam proses kerja sama ini, Anda perlu menyiapkan skema secara matang, mulai dari porsi dana, pembagian keuntungan, dan lain-lain.

Baca Juga:  Cara Menyemai Benih Cabai Rawit

Sebaiknya, buat perjanjian secara jelas, tertulis, dan sah agar perjanjian tersebut bisa dijalankan secara profesional. Hal ini berguna untuk menghindari kesalahpahaman di antara hubungan kerja sama yang bisa berdampak buruk, seperti putusnya hubungan komunikasi.