Mengendalikan Hama dan Penyakit Anthurium

A. Pahami prinsip dasar pencegahan hama penyakit

Prinsip dasar dari pencegahan hama dan penyakit antara lain sebagai berikut.

  • Pastikan sanitasi lingkungan tetap terjaga.
  • Pertahankan kondisi media tanam tetap porous sehingga perakaran tanaman dapat tumbuh sehat.
  • Atur pernyiraman sebaik mungkin sehingga media tanam tidak terlalu basah dan kelembapan tetap terjaga.
  • Lakukan repotting 6 bulan sekali atau bila ukuran tanaman sudah tidak proporsional lagi dengan pot yang digunakan.
  • Semprotkan bakterisida dan fungisida, seperti larutan Benlate atau Dithane M-45 dengan dosis separuh dari dosis yang direkomendasikan.

 

Mengendalikan Hama dan Penyakit Anthurium

B. Cegah timbulnya penyakit busuk akar

Anthurium memang menyukai kondisi media tanam yang lembap. Namun, media tanam yang terlalu lembap bisa memicu munculnya jamur dan bakteri penyebab busuk akar. Untuk mengantisipasinya, buat lubang/pori-pori di sekeliling pot dari bawah ke atas. Tujuan pembuatan lubang untuk melancarkan sirkulasi udara di dalam media tanam. Selain itu, untuk daerah yang memiliki tingkat curah hujan yang tinggi, hindari penggunaan media tanam coco peat. Media tanam ini mudah mengikat air sehingga mudah sekali lembap.

C. Atasi segera jika daun mengeriting

Apabila daun menunjukkan gejala mengeriting dan kisut, kemungkinan besar tanaman tersebut terserang virus mosaik yang dibawa oleh hama thrip. Jika serangannya belum parah, segera semprotkan campuran pestisida, seperti Calicron, Regent, dan Tedion (masing-masing 2 cc per liter air). Penyemprotan yang efektif dilakukan pada sore hari, yaitu pukul 17.00—19.00. Pertimbangannya adalah pada waktu tersebut hama penyebab virus mosaik sedang aktif menyerang daun anthurium. Jika serangan sudah parah, pangkas bagian daun yang terserang. Untuk mencegah penularan pada daun yang sehat, semprotkan pestisida.

D. Serangan Kutu Putih

Baca Juga:  Jenis-jenis Angrek Primitif yang Ada di Indonesia

Serangan hama ini akan menyebabkan bintik-bintik putih halus di permukaan daun, batang, dan akar. Jika serangan belum terlalu parah, hama dapat dikendalikan dengan cara mengoleskan insektisida pada bagian yang terserang saja. Namun, jika serangan sudah parah, penyemprotan insektisida perlu dilakukan ke seluruh permukaan daun. Insektisida yang sering digunakan, yaitu Decis, Confidor, Mitas 20 EC, atau Supercine.

E. Cegah tangkai/ batang rebah

Tangkai atau batang pada jenis anthurium berdaun panjang berpeluang besar untuk rebah/jatuh. Apabila daun sampai menyentuh media tanam, bisa membahayakan tanaman karena mudah diserang bakteri/jamur penyebab daun busuk. Untuk mengantisipasi hal ini, sanggahlah tangkai atau batang yang terlihat lunglai dengan menggunakan potongan kayu/bambu yang diikat dengan tali rapia atau menggunakan potongan styrofoam berukuran 2 cm x 2 cm yang dipancang di dekat tangkai atau batang tersebut.

 

 

Sumber: Buku 88 tips dan trik jawara Anthurium

 


loading...