Mengendalikan Penyakit Yelow Head Disease pada Budidaya Udang


Pertanianku – Pada budidaya udang, penyakit yang sering dianggap menakutkan bagi para petambak karena mudah menyerang adalah yellow head disease atau penyakit kuning. Ciri serangannya adalah udang akan mati di dasar tambak secara bertahap. Jika udang terserang penyakit ini, dan petambak tidak mendeteksinya sejak awal, akan berakibat fatal.

Mengendalikan Penyakit Yelow Head Disease pada Budidaya Udang

Penyakit yellow head disease kerap menyerang petambak udang tradisional ataupun petambak intensif. Oleh karena itu, petambak, baik tradisional maupun intensif diharapkan mampu mengenali gejala penyebarannya sejak awal.

Gejala penyakit

Mula-mula udang yang terserang penyakit kuning makan dengan baik dan pertumbuhan fisiknya pun bagus. Namun, ketika mencapai umur 50—60 hari, tiba-tiba nafsu makannya menurun drastis. Akibatnya, perut udang tampak kosong dan warna tubuhnya pucat. Jika diperhatikan, bagian kepala termasuk hepatopankreas-nya berwarna kekuningan. Itulah sebabnya penyakit ini disebut yellow head disease.

Namun, gejala kuning tidak selalu tampak pada semua individu udang yang terserang. Oleh karena itu, perlu pengujian di laboratorium.

Di laboratorium, pemeriksaan bisa dilakukan pada hepatopankreas atau insang. Dengan pewarnaan Hematoksilin dan Eosin (H&E), jaringan yang sakit kelihatan berwarna biru dan terdapat banyak bulatan yang disebut basophilic globose bodies dan rapat letaknya.

Cara mengaplikasikannya, darah udang yang sakit—biasanya disebut haemolymph—dicat dengan pewarna Giemsa.  Hasilnya, melalui mikroskop tampak ada kerusakan sel, piknosis, karioreksis, atau terdapat sel fagosit. Piknosis ialah degenerasi dari kondisi inti sel yang ditandai dengan adanya penggumpalan kromosom, penyusutan inti, dan penyerapan warna yang berlebihan. Sementara itu, istilah karioreksis mengacu pada terjadinya kehancuran inti sel.

Pengendalian

Terdapat beberapa cara alternatif pengendalian penyakit kuning yang direkomendasikan dengan mempercepat panen, penambahan vitamin C untuk memperkuat kondisi tubuh udang, vaksinasi, dan penggunaan immunostimulant. Namun, dari sejumlah alternatif, pencegahan dengan pond management-lah yang lebih baik dilaksanakan sembari menunggu hasil penelitian immunostimulant. Pengelolaan tambak terdiri atas kebersihan dasar kolam, pengendalian populasi plankton, dan stabilitas pH.

Baca Juga:  Ternyata Ini Penyebab Telur Ikan Rentan Terkena Jamur

Kebersihan dasar kolam dapat dicapai dengan mengatur arah pusaran kincir air ke saluran pembuangan sehingga sisa pakan dan kotoran udang terakumulasi seluruhnya di dekat saluran tersebut dan siap dibuang keluar tambak. Populasi plankton dijaga agar tidak terjadi blooming yang membahayakan udang. Sementara itu, pH bisa distabilkan dengan pemberian kapur pertanian atau dolomit. Hal lain yang perlu dilakukan adalah pemberian aerasi yang cukup.

Jika dalam satu petak sudah terlanjur ada udang yang terinfeksi, sebaiknya udang segera dipanen sebelum semuanya mati. Yang perlu diingat, kematian udang banyak terjadi di dasar tambak sehingga pemantauan di dasar jangan sampai terlewatkan.

loading...
loading...