Mengerti Soal Kelinci Bersama Indonesian Rabbit Society


Pertanianku — Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2018 telah sukses digelar selama tiga hari, yakni pada 20—22 Juli 2018. Ada banyak kegiatan pada gelaran tersebut, termasuk salah satunya sharing bersama komunitas-komunitas pecinta hewan peliharaan seperti yang dilakukan oleh Indonesian Rabbit Society (IRS).

Indonesian Rabbit Society
Foto: Dok. Pertanianku

Vice President Indonesian Rabbit Society, Zay menjelaskan, IRS merupakan komunitas yang menjadi sarana dimana masyarakat bisa mencari tahu seputar kelinci dan pemeliharaannya.

“Kita suatu komunitas yang gimana caranya kita kasih tau, kita mengedukasi teman-teman. Rabbit (kelinci), selama ini mitosnya gampang mati, gampang stress, dan sebagainya. Padahal, semua itu mitos,” katanya saat ditemui di acara IIPE 2018, Sabtu (21/7).

Menurut pengakuannya, komunitas ini sudah berjalan sejak 2011 lalu. Menurut Zay, komunitas IRS diinisisasi karena banyaknya masyarakat awam yang tidak mengetahui fakta seputar kelinci, mulai dari cara memilih kelinci hingga perawatannya.

“Orang banyak tidak tahu tentang kelinci, tidak mengerti, lalu image-nya jadi jelek. Ya sudah, kita mau coba ubah mindset-nya, bagaimana caranya supaya orang semakin teredukasi dan semakin mengerti tentang kelinci,” ujar dia.

Zay menjelaskan, saat akan mengadopsi kelinci, maka hal pertama yang harus diperhatikan, yaitu apakah kelinci tersebut sudah cukup umur atau belum. Ia menyarankan untuk berhati-hati saat akan membeli kelinci karena banyak penjual yang berbohong.

“Kelinci-kelinci yang selama ini kita lihat di jalanan itu umur sebenarnya baru 3 minggu, tapi diakuinnya (oleh penjual) 2 bulan,” katanya.

Kemudian, Zay juga meluruskan mitos yang selama ini beredar bahwa wortel dan kangkung adalah makanan kelinci. Menurutnya, kedua sayuran tersebut sangatlah tidak cocok dijadikan pakan kelinci karena wortel dan kangkung sama halnya seperti junkfood bagi kelinci dan mengandung high glucose.

“Kenapa kelinci dikasih kangkung tidak nolak? Karena manis. Kita kalau dikasih makanan manis juga tidak akan menolak. Tapi pengaruhnya ke apa? Badannya bisa overwheight. Kemudian, kangkung itu bahayanya bisa menyebabkan kembung karena gasnya itu tinggi. Nah, permasalahan yang paling utama, kelinci itu tidak bisa buang angin jadinya dia rentan. Karena memang di habitat alaminya dia itu tidak makan kangkung dan wortel,” paparnya.

Baca Juga:  Syarat Wajib dalam Pembuatan Kandang Ayam Broiler

Sementara itu, di IIPE 2018 sendiri, IRS melakukan beberapa kegiatan seperti pemberian edukasi tentang kelinci kepada pengunjung, ajang silaturahmi, dan beberapa perlombaan.

“Kita ada bunny parade, kita mau keliling hall ini untuk ngasih tau bahwa ada kelinci dan ini (kelinci) binatang yang tenang lho gitu. Kita buat speciality show untuk jenis Jersey Woolly dan Lionhead Rabbit. Lalu, di hari Minggu (22/7) kita masih ada 2 lomba lagi, fun show,” tutur Zay.

Ia berharap, dengan pemberian edukasi dan pengenalan tentang kelinci ini menjadikan semakin banyak orang cinta terhadap kelinci dan tidak meremehkannya.

“Harapan paling besarnya itu orang makin banyak yang cinta sama kelinci sih sama tidak meremehkan. Kelinci itu bisa kok main di dalam rumah, mengerti siapa tuannya, trus bisa membangunkan tidur kita di pagi hari, bisa toilet training juga. Ada banyak hal yang bisa dilakukan kelinci dan beberapa teman yang tinggal di apartemen atau yang tidak suka dengan kebisingan, memelihara kelinci itu solusi banget deh,” pungkasnya.