Menghemat Biaya Pakan Ternak dengan Kecambah Jagung

Pertanianku — Suryono seorang peternak asal Desa Payageli, Kecamatan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara mengalami kendala dalam beternak kambing. Lahan tempatnya tinggal hanya seluas 200 m2 sehingga mengharuskan Suryono untuk mencari pakan di luar. Untuk mengatasi masalah tersebut, Suryono menggunakan kecambah jagung dan sprout jagung sebagai pakan ternaknya.

kecambah jagung
foto: pixabay

Untuk mencari rumput yang digunakan sebagai pakan ternak, Suryono harus mengeluarkan biaya transportasi dan tenaga kerja yang cukup tinggi. Namun, ini tidak sebanding dengan hasil yang ia dapatkan. Akhirnya, ia memutuskan untuk membuat pakan sendiri dari kecambah jagung dan sprout jagung.

Kecambah jagung yang ia tanam menggunakan teknik akuaponik untuk mengairi tanaman jagung. Suryono dapat memanen kecambah jagung saat tanaman sudah berumur 7—10 hari setelah benih disemai.

Loading...

Lahan yang digunakan untuk instalasi akuaponik adalah seluas 6 m × 10 m dan dapat menghasilkan kecambah jagung sebanyak 600 kg per hari. Hal itu setara dengan ia memanen rumput di lahan seluas 2 hektare.

Dari 1 kg bibit jagung dapat menghasilkan tunas jagung sebanyak 7—10 kg yang dapat berguna sebagai pakan hijauan ternak. Selain mudah untuk didapatkan dalam jumlah banyak, tunas dan kecambah jagung juga dapat menjadi pakan alternatif saat rumput sulit untuk dicari pada musim kemarau.

Menurut Suryono, biaya untuk pembelian benih jagung dapat ditutupi dari hasil penjualan ikan lele yang dibudidayakan dengan sistem akuaponik. Suryono memang menanam jagung untuk pakan ternak sehingga ia hanya mendapatkan keuntungan dari penjualan ikannya.

Di kolam seluas 18 m2 Suryono dapat menebar 6.000 benih ikan berukuran 3—5 cm. Benih yang ia semai ditebar di atas nampan dan diberikan penyiraman dari instalasi akuaponik sebanyak 3 kali sehari. Dari 15 kg benih yang disemai, ia mampu memanen 105 kg hijauan jagung setiap harinya.

Baca Juga:  Jangan Panik! Begini Cara Mengatasi Sapi Diare

Keuntungan lain dari teknik yang digunakan Suryono adalah pakan yang ditanam sama sekali tidak bergantung pada cuaca dan dapat menentukan volume yang akan ditanam sesuai dengan kebutuhannya. Pakan dari jagung diberikan sebanyak 10 persen per hari dari bobot ternak.

Loading...
Loading...