Menghilangkan Bau Semen di Dalam Kolam Ikan

Pertanainku— Kolam semen atau tembok sering dipilih oleh pembudidaya karena dinilai lebih kuat. Sayangnya, pembuatan kolam semen terbilang lebih rumit dibanding jenis kolam lain. Pembudidaya harus menghilangkan bau semen yang masih melekat pada dinding dan dasar kolam sebelum kolam digunakan untuk budidaya ikan.

menghilangkan bau semen
foto: Pertanianku

Bau semen yang tidak dibersihkan dapat membahayakan ikan sehingga bau tersebut harus dihilangkan terlebih dahulu. Menghilangkan bau semen dari kolam dilakukan dengan cara khusus, yaitu merendam kolam atau menggunakan batang pisang.

Cara pertama dilakukan dengan mengisi air ke dalam kolam hingga penuh. Setelah itu, biarkan selama 3 hari, kemudian air dikuras. Perlakuan tersebut harus diulang sebanyak dua kali atau sampai bau semen di kolam menghilang.

Sementara itu, cara kedua dinilai lebih mudah karena tidak memerlukan waktu lama. Pembudidaya hanya perlu menyiapkan irisan batang pisang. Batang tersebut digunakan untuk digosok-gosokkan ke seluruh bagian kolam. Selanjutnya, kolam direndam selama satu hari satu malam. Keesokan harinya air dikuras hingga bersih. Lakukan perlakuan yang sama sekali lagi hingga bau semen benar-benar menghilang.

Kegiatan ini akan menambah beban biaya pembuatan kolam semen. Tak heran, banyak yang menyebutkan bahwa modal pembuatan kolam semen terbilang cukup mahal.

Meski terbilang pembuatannya lebih sulit dan membutuhkan waktu yang lebih lama, kolam semen lebih sering dipilih karena bisa menstabilkan perubahan suhu di dalam kolam sehingga ikan tidak mudah stres. Selain itu, kolam semen juga dapat memudahkan pembudidaya mengelola air agar kualitasnya tetap terjaga dengan baik.

Kolam semen juga lebih tahan terhadap kerusakan sehingga pembudidaya tidak perlu terlalu sering melakukan perbaikan pada kolam. Berbeda dengan kolam tanah atau kolam terpal yang rawan rusak sehingga pembudidaya perlu melakukan perbaikan lebih rutin.

Baca Juga:  Lokasi yang Cocok untuk Ternak Burung Puyuh

Pembudidaya bisa membangun ukuran kolam semen sesuai dengan tujuan budidaya dan ketersediaan lahan. Kolam semen berukuran luas biasanya akan disekat dengan jaring dan bambu agar proses budidaya berjalan lebih mudah.