Menghitung Keuntungan Budidaya Sayuran dengan Teknik Vertikultur

Pertanianku — Vertikultur merupakan teknik bercocok tanam yang sering digunakan oleh masyarakat perkotaan. Hal ini karena vertikultur sangat cocok untuk dilakukan pada lahan yang sempit. Teknik ini terbilang cukup sederhana untuk dilakukan sehingga sudah banyak orang yang menggunakannya untuk skala kecil atau konsumsi pribadi. Berikut ini kita akan menghitung keuntungan budidaya sayuran dengan teknik vertikultur.

keuntungan budidaya sayuran
foto: pertanianku

Diasumsikan jika Anda memulai budidaya sayuran dengan teknik vertikultur dengan menggunakan 4 buah rak bersusun dan wadah tanam polibag. Keempat wadah dan rak tersebut mampu menampung 400 tanaman yang terdiri atas 200 polibag cabai, 100 polibag tomat, dan 100 polibag terung. Polibag yang digunakan berukuran 30 cm × 40 cm.

Lama pemeliharaan tanaman dari pembibitan hingga masa panen selama 4 bulan. Dengan begitu, dalam setahun terdapat 3 periode masa tanam. Diasumsikan bahwa lahan yang Anda gunakan seluas 75 m2.

Loading...

Biaya tetap yang akan dibutuhkan sebesar Rp4.200.000. Biaya tetap tersebut digunakan untuk pembuatan instalasi sebanyak 4 buah dan peralatan menanam seperti cangkul, alat penyiram, dan lain-lain. Semua alat tersebut memiliki umur ekonomi selama 5 tahun. Dengan begitu, untuk mengembalikan modal biaya tetap dapat dicicil selama 5 tahun. Per tahun biaya modal akan dikembalikan sebesar Rp840.000.

Dalam satu tahun terdapat 3 periode tanam, jika ingin mengembalikan modal biaya tetap per Rp281.000. Sementara, untuk biaya variabel yang dibutuhkan untuk satu periode tanam sebesar Rp2.015.000. Biaya variabel digunakan untuk membeli polibag, benih, pupuk dan kapur, ajir, serta pestisida dan insektisida

Total biaya yang Anda butuhkan dalam satu periode tanam adalah biaya tetap satu periode ditambah biaya variabel, yaitu Rp281.000 + Rp2.015.000 = Rp2.296.000.

Jika berhasil, saat panen Anda akan mendapatkan cabai sebanyak 150 kg dengan harga jual Rp45.000 per kg, tomat sebanyak 200 kg dengan harga jual Rp4.500 per kg, dan terung sebanyak 100 kg dengan harga jual Rp5.000 per kg. Jadi, omzet yang akan didapatkan jika ditotal keseluruhannya adalah sebesar Rp8.150.000.

Baca Juga:  Cara Mencegah Serangan Lalat Buah pada Jambu Air Khiojok

Omzet yang telah didapatkan akan dikurangi total biaya untuk mendapatkan keuntungan bersih. Oleh karena itu, keuntungan yang didapat sebesar Rp 5.854.000 untuk satu periode. Angka yang cukup lumayan, bukan?!

Jika Anda memang tertarik untuk memulai bisnis ini, sebaiknya pelajari dengan saksama seluruh pengetahuan penanaman, mulai dari cara pembibitan hingga menyimpan hasil panen. Anda bisa memulainya dengan membaca buku Vertikultur Tanaman Sayur yang diterbitkan oleh Penebar Swadaya.

Loading...
Loading...