Mengintip Prospek Budidaya Nila Merah

Pertanianku – Ikan nila merupakan jenis ikan air tawar yang banyak disukai masyarakat. Oleh karena itu, saai ini ikan nila begitu populer sehingga banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Disamping hobi dan untuk bisnis, ikan nila ini banyak disukai karena rasanya yang enak dan memiliki gizi yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan, bahkan banyak meningkatkan kecerdasan.

Mengintip Prospek Budidaya Nila Merah

Budidaya nila merah di tengah makin banyaknya komoditi perikanan yang membanjiri pasar nasional, ternyata tak membuat petambak dalam negeri gulung tikar.

Menurut Srihartono, seorang petambak nila asal Dusun Kaliwaru, Kelurahan Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, kunci sukses untuk dapat tetap bertahan di bisnis ini adalah pemilihan jenis komoditi yang tepat, salah satunya ikan nila.

Menurut Srisuharto prospek budidaya nila merah ke depannya akan tetap cerah dan tak akan kalah bahkan siap bersaing karena hingga detik ini ia tidak menemukan kendala berarti dari segi budidaya maupun pemasaran. Itu bisa dilihat dari permintaan benih nila dalam sehari mencapai 10 ton.

“Saya mengaku kewalahan memenuhi permintaan pasar. Angka tersebut masih jauh dari jumlah produksi benih saya yang per hari baru mencapai 2 ton. Hal itu membuat saya semakin yakin bahwa prospek usaha budidaya nila masih sangat panjang dan pangsa pasarnya terbuka lebar,” jelas Srisuharto.

Srisuharto menambahkan, saat musim hujan tiba, permintaan benih nila merah akan meningkat karena air di waduk keramba jaring apung (KJA) tempat pembesaran nila milik konsumen Srisuharto akan terisi air. Namnun, saat musim kemarau, meski permintaan benih, turun namun permintaan ikan nila siap konsumsi tetap meningkat.

Jika melihat prospek persaingan usaha, Srisuharto menyikapinya dengan santai. Dari jumlah permintaan nila yang sangat tinggi, Srisuharto mengatakan, dibutuhkan sinergi untuk budidaya nila merah antar sesama petambak nila untuk bisa memenuhi permintaan konsumen. Bahkan tak sedikit pembudidaya nila yang ia dorong agar bisa maju demi memenuhi kebutuhan pasar.

Baca Juga:  Produk Olahan Bernilai Ekonomi dari Kunyit