Mengulas Karakteristik Strain Ikan Lele di Indonesia

Pertanianku — Bermacam-macam strain ikan lele tumbuh dan dikembangkan di Indonesia. Ikan lele sendiri merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki tubuh licin, pipih memanjang, dan berwarna gelap. Ciri utamanya adalah kumis yang panjang dan mencuat di bagian mulutnya.

strain ikan lele
Foto: unsplash
strain ikan lele
Foto: unsplash

Jenis ikan lele sendiri memiliki banyak spesies. Ia berasal dari marga Clarias yang bisa dikenali dari tubuh licin memanjang tanpa sisik. Bagian sirip punggung dan sirip anus juga memanjang. Sering kali, sirip ini menyatu dengan ekor dan tampak seperti sidat yang pendek.

Di Indonesia, lele diternakkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Lele-lele yang dibudidayakan ini pun beragam. Namun umumnya, terbagi dalam enam strain ikan lele yang paling banyak dibudidayakan.


Loading...

Lele lokal

Lele strain ini merupakan asli dari Indonesia. Cirinya adalah dagingnya yang enak serta mengandung sedikit lemak. Hanya saja, lele lokal kurang diminati untuk dibudidayakan karena pertumbuhannya yang cenderung lambat.

Lele dumbo

Lele jenis ini diperkenalkan di Indonesia pada 1985. Mulanya, lele ini berasal dari Taiwan. Dibandingkan lele lokal, pertumbuhan lele dumbo lebih cepat dan efisiensi pakannya lebih tinggi. Ciri lele dumbo adalah tekstur dagingnya yang agak lembek.

Lele sangkuriang

Lele sangkuriang merupakan perbaikan dari strain lele dumbo. Penelitian ini dilakukan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPAT) Sukabumi. Keunggulannya dibanding lele dumbo biasa adalah jumlah sel telur yang dihasilkan oleh lele betina menjadi lebih banyak. Selain itu, food convertion ratio-nya lebih rendah.

Lele paiton

Lele jenis ini dikembangkan oleh PT Central Proteina Prima di Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.

Lele piton

Persilangan lele dumbo lokal dengan lele dumbo Thailand menghasilkan lele piton. Ciri lele piton adalah bentuk kepalanya mirip ular piton. Sungut dan ukuran tubuh lele ini lebih panjang. Selain itu, ia memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca dingin.

Baca Juga:  Racik Sendiri Pakan Lele Alternatif

Lele masamo

Dikembangkan oleh PT Matahari Sakti di Mojokerto, Jawa Timur. Pertumbuhannya cepat, tahan penyakit, dan memiliki nafsu makan yang tinggi. Efisiensi pakannya pun cukup tinggi.

Lele mutiara

Kata mutiara dalam nama lele mutiara sendiri merupakan akronim dari ‘mutu tinggi tiada tara’. Lele mutiara dikembangkan oleh Balai Riset Perikanan Air Tawar Sukamandi, Jawa Barat. Pertumbuhannya lebih tinggi 10—40 persen dari lele sangkuriang.

Selain itu, lele mutiara memiliki toleransi terhadap suhu tinggi. Ia bisa hidup pada suhu 15—35° C pada pH 5—10. Efisiensi pakan lele mutiara pun cukup rendah, yakni mencapai 0,7—1.

 

Loading...
Loading...