Mengulik Sejarah Budidaya Singkong di Indonesia

Pertanianku — Singkong di Indonesia dikenal sebagai sumber karbohidrat. Budidaya singkong pun sudah banyak dilakukan. Konon, sejarah budidaya singkong di Indonesia diperkenalkan pada masa kolonialisme oleh Hindia Belanda ratusan tahun silam.

sejarah budidaya singkong di Indonesia
Foto: pixabay

Nama singkong sendiri populer di Indonesia untuk merujuk kepada tanaman umbi ini. Nama ini umumnya banyak dipakai di daerah Jawa Barat. Bahasa Sunda singkong adalah sampeu. Di daerah Jawa, singkong disebut sebagai pohung. Sementara, dalam bahasa Sangihe, singkong disebut bungkahe dan disebut kasubi oleh masyarakat Gorontalo dan Tolitoli.

Bahasa Melayu yang banyak digunakan di Indonesia mengenal singkong sebagai ubi kayu atau ketela pohon. Akar kata ketela berasal dari kata ‘castilla’ yang dibaca kastilya. Kata ini merujuk pada bangsa Portugis dan Castilla atau Spanyol yang membawa singkong menjadi salah satu tanaman budidaya di Indonesia.

Loading...

Sejarah singkong di Indonesia bermula dari orang-orang Portugis setelah menyambangi Brazil pada abad ke-16. Masuknya singkong ke Indonesia berawal dari Maluku pada abad ke-16 tersebut.

Tanaman umbi ini mulai memasuki Kabupaten Jawa Timur pada 1852. Itu pun tidak mendapat banyak perhatian karena singkong belum begitu populer di Jawa. Namun, konsumsi singkong meningkat pesat pada awal abad ke-20.

Tak hanya konsumsi yang meningkat, budidaya singkong juga semakin digemari. Di Pulau Jawa, singkong menjadi primadona. Produktivitas singkong pun melonjak drastis.

Popularitas singkong tak hanya dalam bentuk mentahnya. Hindia Belanda pernah menjadi salah satu penghasil tepung tapioka terbesar di dunia. Prestasi ini tentu tak lepas dari banyaknya petani singkong yang ada di daerah kolonialismenya, yakni Indonesia.

Hal tersebut masih berlangsung hingga sekarang. Kini, singkong dikenal sebagai salah satu makanan pokok di Indonesia bersama padi-padian, jagung, dan sagu. Kandungan pati yang tinggi namun rendah kadar glukosa cukup membuat singkong memiliki sedikit rasa manis.

Konsumsi singkong sendiri perlu dilakukan dengan hati-hati karena memiliki kadar asam sianida yang cukup tinggi. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena sianida pada singkong bisa diatasi dengan cara ini.

Seiring dengan berjalannya waktu, singkong menjadi komoditas yang menjanjikan. Indonesia bahkan menjadi negara keempat penghasil singkong terbanyak di dunia. Singkong tersebut dimanfaatkan untuk konsumsi seperti varietas N1 Mekarmanik, ataupun untuk industri seperti varietas Adira 2.

 

Loading...
Loading...