Menilik Potensi Tanaman Hias dan Bunga di Florikultura


Pertanianku – Acara Florikultura Indonesia 2017 yang digelar oleh Institut Pertanian Bogor belum lama ini bertujuan membangun penyadaran semua pihak akan besarnya potensi tanaman hias dan bunga yang ada di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Rektor IPB Herry Suhardiyanto.

Herry mengungkapkan, dengan dipertemukannya para pelaku usaha di bidang florikultura selama dua hari berturut-turut, diharapkan dapat membangun semangat mereka untuk terus mengembangkan usaha di bidang florikultura.

“Karena sekarang ini ada gap yang sangat lebar antara potensi kita dan apa yang kita capai. Misalnya potensi anggrek, tanaman hias dan bunga asli Indonesia itu luar biasa tapi belum berkembang,” kata Herry seperti melansir Republika (1/8).

Lebih lanjut ia mengatakan, nilai ekspor tanaman hias dan bunga Indonesia di kancah internasional masih kurang dari satu persen. Berbeda jauh dengan Belanda yang mencapai 40 persen.

Artinya, terang dia, seluruh pihak dimulai pemerintah, masyarakat, akademisi, pebisnis, dan  pihak lain di Indonesia perlu betul-betul fokus menggerakkan berbagai potensi dalam bidang bunga dan tanaman hias asli Indonesia.

“Jadi ada 5 komponen penting penggerak potensi florikultura yang terangkum dalam ABGCM, yakni Academy (akademisi), Businessman (pengusaha), Government (pemerintah), Community (masyarakat), dan Media (pers),” ungkap Herry.

Untuk mencapai itu, Herry mengatakan, perlu juga dibarengi dengan riset yang baik, mulai dari pemilihan benih, teknologi dan pengendalian hama pada bunga dan tanaman hias. Hal tersebut sangat penting karena florikultura dinilai sangat sensitif hama yang bisa berpengaruh pada rendahnya mutu dan harga jual.

Oleh karena itu, Herry berharap, para akademisi mulai melakukan penelitian pada florikultura, mulai dari pemuliaan tanaman, budidaya dan lainnya, agar rencana tersebut bisa terealisasi dengan baik.

Baca Juga:  Begini Cara Pedagang Bunga di Rawa Belong Menjaga Bunga Tetap Segar
loading...
loading...