Meningkatkan Daya Saing Hortikultura dengan Eksplorasi Varietas Unggul Lokal

Pertanianku— Indonesia memiliki kekayaan plasma nutfah yang unggul. Kekayaan tersebut seharusnya mampu dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi, mutu, dan kesejahteraan petani. Selain itu, plasma nutfah lokal dapat mengurangi dan membatasi produk impor. Program Kampung Hortikultura yang tengah dijalankan oleh Kementerian Pertanian memiliki keunggulan karena menggunakan varietas unggul lokal.

varietas unggul lokal
foto: PIxabay

“Kita tidak ingin semuanya didatangkan dari luar. Kita punya plasma nutfah yang baik. Hal tersebutlah yang mendorong kami untuk melakukan eksplorasi,” tutur Direktur Perbenihan, Sukarman, seperti dilansir dari laman hortikultura.pertanian.go.id.

Lebih lanjut, Sukarman menjelaskan produk hortikultura berkualitas harus ditunjang dengan benih yang bermutu. Benih digunakan untuk memperbanyak dan mengembangbiakkan tanaman hortikultura dan menghasilkan produk hortikultura yang unggul. Oleh karena itu, benih bermutu merupakan keniscayaan dalam agribisnis hortikultura.

Pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Sobir, mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan benih bermutu harus dilakukan uji adaptasi dan uji observasi. Pemohon harus melaporkan rencana penguji kepada Direktorat Perbenihan Hortikultura.

Uji adaptasi dan uji observasi bertujuan mengetahui kondisi benih, di antaranya daya hasil, ketahanan benih terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT), ketahanan cekaman, umur musim panen, dan mutu hasil.

Selain itu, kedua uji tersebut juga berguna untuk mengetahui ketahanan simpan, toleran kerusakan mekanis, bentuk tanaman ideal, keunikan organ tanaman, nilai pasar, dan batang bawah yang unggul.

“Uji observasi bertujuan untuk mengetahui sifat unggul dari suatu varietas tanaman buah, florikultura, tanaman obat, dan tanaman semusim tertentu yang dibebaskan dari uji adaptasi pada lingkungan tempat produksinya,” papar Sobir.

Dalam memproduksi tanaman hortikultura, varietas dan benih berperan sangat penting karena 60 persen keberhasilan budidaya ditentukan oleh varietas dan kualitas benih. Benih bersertifikat menjamin kualitas serta efisiensi biaya produksi.

Baca Juga:  Bambu, Tanaman Penghasil Oksigen yang Kian Menipis

Terkait hal tersebut, beberapa strategi perbenihan sudah dibangun, mulai dari perakitan dan pemanfaatan sumber daya genetik, pemurnian kembali benih unggul litbang, pembangunan kebun induk, pengembangan fasilitas perbenihan, hingga aspek perbanyakan.

“Untuk menunjang kelancaran serta kesuksesan program yang dijalankan, pada tahun ini kami menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan swasta dan pemerintah daerah,” tutur Koordinator Program dan Evaluasi Puslitbang Hortikultura, Wayat.