Menjaga Kemurnian Suara Cucakrawa


Pertanianku – Burung berkicau unggulan yang selalu dikonteskan hampir semuanya menonjolkan suara bervariasi. Bahkan untuk mendongkrak, kualitas suaranya harus dimasterkan suara kicauan burung lain dengan tipikal suara tajam. Hal itu diistilahkan sebagai suara andalannya untuk mengungguli burung lain sejenisnya saat dikonteskan. Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan cucakrawa.

Menjaga Kemurnian Suara Cucakrawa

Justru suara andalan yang diharapkan kemurnian kicauannya. Terkontaminasinya suara cucakrawa dengan suara kicauan burung lain atau suara-suara lain yang ditirunya. Kalau itu sampai terjadi pasti akan mengurangi minat pembeli yang tahu pasti akan cucakrawa. Untuk itu berkaitan dengan suara cucakrawa harus dipahami.

Selanjutnya berupaya menghindarkan cucakrawa dari meniru suarasuara yang dapat menjatuhkan kharismanya sebagai burung kelas atas, juga nilai jualnya.

  1. Suara kicauan cucakrawa

Pada dasarnya suara kicauan cucakrawa tidak memiliki banyak variasi, dan vokal suaranya juga tidak terbentuk dengan baik. Kalau kita mau mengamati suaranya ibarat kalimat dengan kosakata yang tidak jelas tlung… tang… tling… tung.. Dengan variasi suara setidaknya 4—5 kicauan, tentunya sangat sedikit untuk ukuran burung berkicau kelas atas. Kalau dibandingkan dengan murai batu atau hwa mei yang memiliki lebih dari sepuluh variasi suara kicauan. Itu pun masih dimaster lagi dengan suara burung lain untuk isian suara kicauan tertentu agar kualitas kicauannya menjadi lebihbaik. Semestinya memelihara cucakrawa jauh lebih mudah, karena pemasteran suara justru tidak diperbolehkan. Walau nyatanya tidak semudah itu. Sekalipun variasi suara yang dipunyai cucakrawa cukup terbatas. Namun, kalau variasi yang ada dikicaukan dengan baik kemudian dapat mengulanginya dalam tempo tinggi (cepat) danterus berulang. Siapa pun yang mendengarnya pasti bisa merasakan nikmatnya mendengarkan suara kicauan cucakrawa kapan pun waktunya. Cita rasa suara kicauan cucakrawa belum ada yang mampu menandinginya. Sekalipun burung sekelas murai batu. Itu semua dikarenakan suaranya yang khas, dan kemurnian suara alamnya harus dipertahankan.

Baca Juga:  Cara Ternak Marmut Supaya Beranak Pinak

Adapun tuntutannya, bagaimana cucakrawa yang kita pelihara mampu menyuarakannya dengan suara lepas, lantang/ keras dan cepat seperti di alam bebas.

  1. Jauhkan dari kicauan dan bunyi-bunyi yang tidak baik

Untuk dipahami, sebenarnya cucakrawa sangat cerdas dan tergolong cepat untuk meniru suara burung lain dan bunyi sesuatu yang sering didengarnya. Bahkan, cucakrawa mampu menyuarakannya dengan baik seperti bunyi aslinya. Akan tetapi, adanya kemungkinan untuk meniru, baik suara burung ataupun bunyi-bunyian tertentu harus dihindarkan. Kalau itu sampai terjadi dan sampai ditirukannya dapat dipastikan akan merusak suara kicauannya dan sulit dibenahi.

Adapun suara burung yang harus dihindari adalah burung tersebut mempunyai tipe suara (volume) besar dan disuarakan dengan lembut (pelan) seperti poksay hitam dan perkutut. Sementara bunyibunyian yang mudah ditiru cucakrawa adalah bunyi terompet, balon dan klakson mobil.

 

Sumber: Buku Agar Cucakrawa rajin berkicau

 

loading...
loading...