Menjaga Kualitas Air Kolam Ikan Lele dengan Dedak dan Ragi Roti

Pertanianku — Air kolam merupakan media untuk ikan hidup. Oleh karena itu, menjaga kualitas air kolam ikan lele sangat penting untuk dilakukan. Caranya adalah mengganti kolam ikan secara rutin selama tiga minggu sekali.

kualitas air kolam lele
foto; Pertanianku

Cara mengganti air kolam dapat dilakukan dengan membuang 1/3 volume air kolam pada bagian bawah, lalu masukkan air baru yang mengandung kandungan oksigen sebanyak air yang baru terbuang. Jika kolam air sudah amat sangat buruk dapat dilakukan penggantian air dengan cara membuang ½ air kolam.

Sebelum membuang air bagian bawah, air kolam harus diendapkan terlebih dahulu agar endapannya akan terbuang. Setelah air diganti, Anda dapat menyemprotkan probiotik yang dapat dibeli di toko ikan atau di pasaran. Gunakan dosis sesuai anjuran yang biasanya sudah tertera pada kemasan probiotik.

Loading...

Selain menggunakan probiotik yang dapat Anda beli di pasaran, Anda dapat menggunakan pupuk higienis. Pupuk tersebut dapat disebut juga sebagai probiotik karena berfungsi untuk menjaga kualitas air, menghilangkan aroma air yang tidak sedap, dan dapat menumbuhkan pakan alami untuk ikan lele di dalam kolam.

Pupuk higienis ini terbuat dari ¼ kg dedak halus dan 5 gram ragi roti. Cara pembuatan pupuk higienis ini terbilang cukup mudah untuk Anda lakukan. Anda dapat menggunakan dedak halus sebanyak ½ kg atau dedak kasar 1 kg.

Setelah menyiapkan dedak, campurkan ragi roti sebanyak satu sendok teh ke dalam dedak. Tambahkan air sebanyak 5 gelas dan masukkan sedikit demi sedikit, aduk seluruh bahan hingga tercampur merata.

Pastikan tekstur adonan yang dihasilkan tidak terlalu cair ataupun tidak terlalu padat. Hal itulah mengapa Anda perlu menambahkan air dengan cara sedikit demi sedikit. Setelah mendapatkan tekstur yang pas, adonan didiamkan selama 10 hingga 12 jam agar terjadi proses fermentasi. Adonan yang sudah berhasil terfermentasi akan memiliki aroma harum seperti tapai.

Baca Juga:  Kekurangan Kolam Terpal yang Wajib Diantisipasi

Setelah adonan terfermentasi, tambahkan air sebanyak 10 gelas. Jika Anda menggunakan dedak kasar, adona perlu disaring. Namun, jika Anda menggunakan dedak halus, tidak perlu disaring.  Masukkan adonan pupuk higienis ke botol agar mudah untuk diaplikasikan.

Aplikasi dari pupuk ini dilakukan dengan menyemprotkan pupuk higienis sesuai dengan anjuran setelah dasar air kolam dibuang.

Loading...
Loading...