Mentan Ajak Petani untuk Lebih Banyak Gunakan Pupuk Organik

Pertanianku— Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak petani di seluruh Indonesia untuk meningkatkan penggunaan pupuk organik atau pupuk yang dibuat sendiri. Syahrul menilai, pupuk organik sangat dibutuhkan karena memiliki banyak manfaat. Selain itu, kini jumlah pupuk subsidi sangat terbatas.

pupuk organik
foto: Pertanianku

“Belum lagi bahan baku pupuk seperti gugus fosfat yang sebagian besar dikirim dari Ukraina dan Rusia tersendat karena perang keduanya. Jadi yang tidak dapat pupuk subsidi segeralah menghadirkan pupuk organik. Minimal setiap kabupaten harus jadi percontohan dan tidak mengandalkan bantuan pemerintah pusat,” ujar Syahrul seperti dilansir dari laman pertanian.go.id.

Mentan mengatakan, beberapa petani di Kabupaten Wonosobo dan Temanggung sudah meracik dan menggunakan campuran bahan baku lokal sebagai pupuk organik. Cara yang digunakan oleh petani dinilai dapat memberikan hasil yang sangat bagus dan mampu menghasilkan panen optimal.

“Itu sudah dicoba di Wonosobo dan Temanggung, hasilnya 315 hektare menghasilkan 82 miliar,” terangnya.

Syahrul menilai pupuk secara tidak langsung memegang peranan penting dalam stabilitas negara. Pasalnya, pupuk menjadi elemen yang menentukan produktivitas pertanian.

“Siapa yang memperkuat Indonesia sampai tidak turbulensi seperti negara lain, itu karena bantalan ekonomi ada di pertanian. Dan pupuk adalah elemen utamanya dalam setiap menentukan produktivitas pertanian,” katanya.

Berdasarkan data dari berbagai sumber, sektor pertanian merupakan sektor terkuat dan tubuh tinggi di tengah goncangan pandemi. Itu sebabnya sektor pertanian dinilai penting dan sangat menguntungkan.

Sayangnya, sektor pertanian masih terganjal oleh beberapa aral seperti pupuk. Sebagai gambaran, saat ini kebutuhan pupuk nasional mencapai 24 juta ton. Sementara itu, jumlah pupuk yang tersedia saat ini hanya 9 juta ton. Salah satu penyebab jumlah pupuk terbatas adalah pasokan bahan baku utamanya yang berupa unsur fosfat mengalami hambatan.

Baca Juga:  Teknik Perbanyakan Bibit Kombinasi

“Pupuk ini memang bukan langka tapi kurang. Oleh karena itu, kita harus bekerja lebih dan semakin berinovasi. Jadi, kita harus cepat dan cermat terhadap berbagai masalah,” tutur Syahrul.