Mentan Amran: Polbangtan Harus Terapkan Standar Pendidikan Internasional


Pertanianku — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) harus menerapkan standar pendidikan internasional. Mentan berharap Polbangtan mampu bersaing secara global dan disegani dunia. Hal ini disampaikan Amran saat melakukan kunjungan kerja ke Polbangtan Yogyakarta, Selasa (27/11) lalu.

standar pendidikan internasional
Foto: Google Image

“Saya tugaskan staf khusus untuk melakukan audit di seluruh Polbangtan di Indonesia. Saya ingin semua berstandar internasional,” ujar Amran.

Politeknik Pengembangan Pertanian merupakan institusi pendidikan tinggi vokasi, di bawah binaan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). Sebelumnya, Polbangtan bernama Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) yang bertransformasi sesuai kebutuhan zaman. Transformasi ini diharapkan akan melahirkan kembali tenaga terampil di bidang pertanian yang punya semangat wirausaha atau socioagripreneur.

Kini terdapat enam Polbangtan yang tersebar di seluruh Indonesia. Keenam Polbangtan berada di Medan, Bogor, Yogyakarta—Magelang, Malang, Gowa, dan Manokwari.

Mentan berharap semua elemen yang ada di Polbangtan turut mewujudkan cita-cita tersebut. Salah satunya, mahasiswa dan mahasiswi berperan aktif dengan membiasakan diri berbahasa Inggris sebagai bahasa internasional.

“Jangan takut salah menggunakan bahasa Inggris, campur bahasa Indonesia dan Inggris tak apa. Kamu tonton siaran BBC, CNN tiap malam 2 jam. Ubah kebiasaan, lalu ulangi,” tutur Amran.

Dengan melakukan kebiasaan positif itu, mahasiswa dan mahasiswi itu dapat merasakan manfaatnya dan menjadi modal dasar mulai berbicara bahasa Inggris.

“Itu akan menjadi kekuatan besar. Jadi, mulai hari ini kalian mulai berbicara bahasa Inggris, bisa kan?” ujar Amran kepada para mahasiswa dan mahasiswi di hadapannya.

Amran pun berpesan kepada mahasiswa dan mahasiswi tidak mudah mengeluh dan selalu bermimpi besar.

“Jangan mengeluh, kalau ada orang mengeluh gagal. Jika gagal pun jangan menyerah. Gagal adalah cara Tuhan agar kita menikmatinya saat sudah sukses. Mulai hari ini kalian harus punya mimpi besar. Setelah punya mimpi besar harus yakin bisa jadi pemimpin besar, konglomerat dunia. Setelah yakin, buang kebiasaan yang buruk, buang mulai hari ini,” pesan Amran.

Baca Juga:  Akibat Banjir, Inhu Alami Kerugian di Bidang Pertanian Hingga Rp5 Miliar

Amran meyakini mahasiswa dan mahasiswi Polbangtan yang berproses dan berubah melakukan kebiasaan baik akan jadi orang-orang hebat. Ditambah lagi dengan dukungan sistem pendidikan yang menerapkan standar internasional.