Mentan Amran, Sang Penyelamat Petani


Pertanianku – Belum lama ini Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menghadiri panen raya padi di Desa Wele, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Ia memuji produksi tani di Kabupaten Wajo, terutama hasil panen padi.

“Dengan sistem pertanian yang sistematis dan petani yang telaten, mereka berhasil menaikkan produksi hasil panen di Wajo. Hal ini yang membuat kami tertarik datang ke sini,” kata Menteri Amran seperti dilansir dari Kompas (11/9).

Wajo merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang memiliki pertumbuhan ekonomi kuat, serta menjadi lumbung besar se-Sulawesi.

Adapun luas baku sawahnya 99.720 hektare (ha) dengan perkembangan Luas Tanah Tanam (LTT) pada masa tanam April—September 2017 per 6 September 2017 seluas 56.269 ha atau 92,32 persen dari target LTT seluas 108,529 ha.

“Produksi mencapai 6—7 ton per ha,” ujar Bupati Wajo Andi Buhanuddin pada kesempatan yang sama.

Dalam penjelasan Andi, produktivitas hasil tani di Wajo tak lepas dari peran Amran. Selama ini, kata dia, Wajo mendapat perhatian sangat tinggi berupa volume bantuan yang banyak.

Pujian yang diberikan Amran untuk Wajo hari ini pun berbuntut bantuan meliputi traktor roda 2 sebanyak 80 unit, traktor roda 4 sebanyak 3 unit, pompa air 80 unit, transplanter (alat tanam) 13 unit, combine harvester besar dan kecil untuk padi 29 unit, corn harvester 2 unit, corn seller 10 unit, dan power threser multiguna 6 unit.

Sebelumnya, bantuan dari Amran pun diakui berhasil meningkatkan hasil produksi para petani Wajo.

“Produksi pangan khususnya padi meningkat, kesejahteraan masyarakat Wajo pun naik,” kata Burhanuddin.

Karenanya, Burhanuddin dan masyarakat Wajo sepakat memberi gelar Penyelamat Petani untuk Amran saat kunjungan kerja ke Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Baca Juga:  Uniknya Mangga Alpukat dari Pasuruan
loading...
loading...