Mentan dan Gubernur Sulut Menanam Kedelai untuk Antisipasi Dampak Covid-19

Pertanianku — Dampak dari wabah Covid-19 dialami oleh hampir seluruh sektor kehidupan, termasuk sektor pertanian dan pangan. Pemerintah harus mempersiapkan strategi untuk menghadapi dampak yang nantinya akan dialami. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey menanam kedelai untuk menggenjot pangan di Provinsi Sulawesi Utara.

menanam kedelai
foto: pixabay

Pengembangan kedelai ini akan dilakukan pada 2020 hingga 2021. Pengembangan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan bahan pangan impor.

“Ratusan ribu hektare tanaman kedelai akan kita coba bersama Pak Gubernur serta bersama para pengusaha kita untuk mendorong Sulawesi Utara ini bisa berproduksi lebih banyak lagi. Kita tidak boleh tergantung pada impor tentu saja karena kondisi seperti ini. Dan dengan segala upaya dalam negeri harus kita lakukan,” jelas Mentan Syahrul Yasin Limpo seperti dikutip dari laman pertanian.go.id.

Loading...

Pengembangan kedelai ini dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk terus memperkuat sektor pertanian. Komoditas kedelai menjadi salah satu komoditas yang harus dijamin untuk tetap memiliki produksi yang cukup agar memenuhi kebutuhan rakyat.

Pada kegiatan penanaman tersebut, Syahrul mengapresasi para petani di Provinsi Sulut karena bisa memberikan contoh yang baik dalam bidang pertanian, khususnya produksi rempah pala yang sudah terkenal hingga ke mancanegara. Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19, proses produksi pertanian tetap berjalan dengan baik.

Kementerian Pertanian siap hadir membantu para petani di Sulut ataupun di seluruh Indonesia untuk terus mengembangkan bidang pertanian dengan target yang jelas.

“Saya siap membantu apa saja untuk pertanian dengan hitung-hitungan yang jelas. Saya tadi bicara dengan Pak Gubernur dengan Bupati serta Walikota di Sulut dan ternyata berencana untuk membagi polibag bagi masyarakat yang dirumahkan sehingga mereka bisa bertani atau yang disebut family farming. Jadi, masyarakat tetap bekerja di rumah,” ujar Syahrul.

Baca Juga:  Serat Pohon Pisang Abaka, Sumber Serat Alami yang Terkenal di Pasar Ekspor

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengapresiasi kunjungan kerja Menteri Pertanian di Provinsi Sulut. Olly menjelaskan dalam pengembangan kedelai, Sulut sudah menargetkan 1 hektare dengan produktivitas 2,5 ton sehingga dengan luas lahan 50 hektare bisa menghasilkan 125 ton.

 

 

 

 

Loading...
Loading...