Mentan Dorong Para Petani Tanam Bawang Putih Agar Tak Impor


Pertanianku – Bawang putih yang saat ini harganya tengah merangkak naik, membuat Kementerian Pertanian RI (Kemantan) mendorong petani meningkatkan produksi bawang putih. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir sebagian besar kebutuhan akan bawang putih dipenuhi dari impor.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, selama ini pemerintah memberikan kebebasan kepada para importir untuk mengimpor bawang putih dari sejumlah negara. Sebab, saat ini harga bawang putih justru mengalami kenaikan hingga dua kali lipat.

“Intinya enggak ada alasan (harga naik). Itu kita bebaskan mereka (importir) impor untuk bawang putih. Hanya ke depan kita harus bela petani supaya mereka tanam,” kata Mentan.

Menurutnya, cara yang efektif untuk mendorong para petani mau kembali menanam bawang putih dengan mengatur harga beli di tingkat petani agar menguntungkan. Ini bentuk insentif petani agar kembali menan‎am komoditas pertanian tersebut.

Hal tersebut sebelumnya telah dilakukan pada komoditas jagung. “Kita serap punya petani sampai tingkat menguntungkan, strategi seperti jagung. Awalnya kita impor hampir 4 juta ton akhirnya turun 3 juta ton tinggal 900 ribu ton tahun ini. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada permintaan impor,” jelas dia.

‎Sebelumnya, Kepala Sub Bidang Sayuran Daun Direktorat Hortikultura Kementan Gabriella Susilowati mengatakan, Indonesia pernah berjaya dengan realisasi produksi bawang putih yang sangat besar. Jumlahnya dapat mencukupi 80 persen kebutuhan nasional hingga periode 1998.

“Sampai dengan 1998, kita bisa memenuhi hampir 80 persen kebutuhan bawang putih nasional. Kita dulu jaya sekali untuk hasil pertanian bawang putih. Tapi sekarang kita impor bawang putih sudah 97 persen,” ungkapnya.

Berdasarkan data dari Kementan, Indonesia rutin mengimpor bawang putih dengan nilai Rp3 triliun dan volume 80 ribu ton setiap tahun dari negara lain. Cina merupakan pemasok bawang putih terbesar ke Indonesia. ‎Untuk diketahui, impor sayuran termasuk bawang putih pada tahun lalu mencapai US$ 468,62 juta dengan volume 642,55 juta ton.

Baca Juga:  Ratusan Ton Ikan Mati Mendadak di Waduk Jangari

Tingginya impor bawang putih ini bukan tanpa sebab. Impor komoditas tersebut mulai marak ketika Indonesia bergabung di Organisasi Perdagangan Dunia.

Saat itu, bawang putih asal negara lain termasuk Cina menyerbu pasar Indonesia dan mematikan usaha bawang putih petani lokal karena harganya jatuh.

“Akibat kita menandatangani WTO, harga bawang putih lokal anjlok karena mulai diserbu bawang putih impor dari negara lain yang bentuknya besar-besar. Bawang putih kita kan kecil. Kadang tuh kita suka tidak berpikir panjang tanpa persiapan di lapangan. Akhirnya susah nih membangkitkan lagi tanaman bawang putih,” tutupnya.

loading...
loading...