Mentan: Impor Jagung untuk Amankan Peternak Kecil


Pertanianku — Perdebatan soal impor sektor pertanian kembali mengudara. Namun kali ini, kebijkan impor jagung yang dilakukan pemerintah diklaim untuk menyelamatkan kebutuhan peternak kecil.

impor jagung
Foto: Pixabay

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengakui, impor jagung yang dilakukan pemerintah pada awal tahun kemarin memang banyak diserap oleh peternak besar. Namun tak hanya itu, Amran mengatakan jagung tersebut juga di ekspor. Ini sebagai salah satu langkah untuk bisa mengamankan stok. Sebab, di satu sisi para peternak kecil memang membutuhkan jagung untuk pakan.

“Lalu ada anomali, karena kenapa. Perusahaan besar menyerap jagung karena tidak mengimpor gandum untuk pakan. Jatahnya kita keluarkan 200 ribu ton. Akhirnya peternak kecil teriak, dan perusahaan besar diam kan,” ujar Amran seperti dikutip Republika, Selasa (6/11).

Ia menjelaskan, pemerintah juga mengeluarkan jatah untuk para peternak besar sebesar 200 juta ton dari stok impor yang dilakukan di awal. Menurutnya, langkah ini juga salah satunya untuk menjaga harga pakan tetap wajar dan bisa diakses oleh masyarakat.

Selain itu, juga disebabkan peternak besar tidak mengimpor gandum yang biasanya menjadi campuran pakan karena harga gandum yang sedang tinggi. Amran mengklaim, langkah impor jagung yang dilakukan pada pekan lalu sebesar 50 ribu ton tersebut merupakan angka yang kecil dan merupakan langkah untuk bisa menjaga cadangan jagung.

“Ini baru mau impor 50 ribu, itu pun pemerintah impor. Kalau harga turun kita gak keluarin. Ini untuk kontrol aja,” tutur Amran.

Ia mengungkapkan, awalnya Pemerintah mengimpor jagung sebesar 6 juta ton. Jagung impor ini untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan juga stok. Namun, pada perjalanannya pemerintah kemudian mengekspor 370 ribu ton dan tahap kedua 380 ribu ton.

Baca Juga:  8 Negara Anggota FAO Pelajari Pertanian Indonesia

Amran menegaskan, pemerintah sebenarnya tidak menutup opsi untuk Bulog bisa menyerap produksi jagung para petani. Hanya saja, menurut Amran stok di petani tidak begitu banyak. Ia mengklaim langkah impor ini hanya untuk menjaga cadangan.

“Produksinya kecil sekali. Saya sih harap begitu. Bulog boleh juga. Tapi jangan sampai peternak kecil teriak. Ini tuh diambil semua di zone. Jadi, sederhana. Ini rencana, tapi ini kita sudah ekspor,” pungkas Amran.