Mentan: ini Penyebab Naiknya Harga Bawang Merah

Pertanianku – Direktur Perbenihan Holtikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Sri Wijayanti Yusuf mengungkapkan separuh ongkos produksi bawang merah digunakan untuk biaya benih. Oleh karena itu, upaya menstabilkan harga bawang merah harus dilakukan dengan menstabilkan harga benih.

Mentan: ini Penyebab Naiknya Harga Bawang Merah

“Kalau kita lihat dari ongkos produksi dari bawang merah itu separuhnya dari harga benih. Kalau kita mau menstabilkan harga bawang maka harus harga benih stabil,” ujar Sri Wijayanti, sebagaimana dilansir dari Republika.co.id (9/9).


Loading...

Menurut Sri Wijayanti, saat ini hampir seluruh petani bawang merah menggunakan benih asal umbi. Dimana, benih asal umbi tersebut bersaing dengan umbi konsumsi. “Jadi, kalau harga bawang konsumsi mahal maka harga benih umbi akan lebih mahal karena dia harus disimpan dua bulan dalam gudang,” katanya.

Oleh karena itu, ia menuturkan, ketika harga bawang mahal, harga benih akan lebih mahal. “Harga bawang mahal, harga benih mahal. Lingkaran setan itu bisa diputus bila menggunakan benih asal biji,” ungkap Sri Wijayanti.

Sri Wijayanti menuturkan, dengan menggunakan benih biji, tidak ada ketergantungan harga benih terhadap harga bawang konsumsi. “Benih biji itu harus disemai dulu menghasilkan umbi mini dan itu yang ditanam petani, sumbernya biji. Dia memutus ketergantungan petani menanam dari umbi asal biji,” katanya.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah mengubah kebiasaan petani yang sudah berpuluh-puluh tahun menanam bawang merah menggunakan benih umbi.

Baca Juga:  Peremajaan Tanaman Salak Perlu Segera Dilakukan
Loading...
Loading...