Mentan: Konsumsi Protein Bukan Hanya Daging


Pertanianku – Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengimbau masyarakat lebih banyak mengonsumsi protein yang bukan berasal dari daging sapi saja. Pasalnya, yang dibutuhkan oleh tubuh adalah protein bukan daging. Hal ini dilakukan Mentan dalam upaya swasembada protein, mengingat Indonesia merupakan salah satu penghasil telur, daging ayam, dan ikan yang sangat melimpah. Bahkan, komoditas tersebut telah diekspor ke beberapa negara di mancanegara.

Kandungan protein pada ikan mencapai 17 persen. “Enggak ada orang sakit dilarang makan ikan, orang sakit ada yang dilarang makan daging,” kata Mentan, seperti melansir Republika (8/6).

Oleh karena itu, pemerintah akan tetap berupaya memenuhi kebutuhan daging bagi masyarakat. Selain daging segar, pihaknya meminta masyarakat turut mengonsumsi daging beku.

Daging kerbau beku asal India kini bisa dinikmati sebagai salah satu sumber protein hewani dengan harga terjangkau. Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) menjual daging kerbau beku tersebut seharga Rp60.000 per kilogram (kg). Harga tersebut jauh lebih murah daripada daging sapi segar yang mencapai Rp120.000 per kg.

Amran menyampaikan, selain harganya yang lebih murah, daging beku jauh lebih higienis dan termasuk makanan premium. “Itu high class tapi kita berikan ke rakyat Indonesia,” tambah Amran.

Lebih lanjut Mentan mengungkapkan bahwa restoran dan hotel berbintang menggunakan daging beku dari importir sebagai bahan baku masakannya. Itu artinya, daging beku merupakan makanan premium yang terjangkau di kalangan masyarakat.

Mentan mengatakan, sebenarnya upaya untuk menghentikan impor daging terus dilakukan seiring dengan mimpi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada 2045. Namun, perlu menyelesaikan satu per satu permasalahan komoditas pangan. Tahun ini Kementan mencoba menyelesaikan jagung setelah tahun lalu berhasil mengatasi penghentian impor beras.

Baca Juga:  Kawanan Paus Terdampar di Pantai Ujung Kareung Aceh Besar
loading...
loading...