Mentan Menargetkan 10.000 Hektare Kebun Jagung di Banyuasin


Pertanianku – Kementerian Pertanian Indonesia menargetkan penanaman kebun jagung seluas 10.000 hektare selama 2016 di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Hal ini adalah upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi jagung nasional sebagai tanaman integrasi pada lahan perkebunan karet dan sawit seluruh Indonesia.

Mentan Menargetkan 10.000 Hektare Kebun Jagung di Banyuasin

“Daripada rumput yang tumbuh dan tidak bermanfaat, lebih baik tanam jagung. Aku akan beri (bibit jagung) gratis,” ujar Menteri Pertanian Indonesia Andi Amran Sulaiman, sebagaimana dilansir Kompas (18/7).

Target lahan tersebut masih terhitung kecil dari total 90.736 hektare perkebunan karet di Banyuasin. Amran melanjutkan bahwa bantuan akan dipercepat agar wilayah Banyuasin nantinya dapat menjadi daerah percontohan. Perpaduan kedua tanaman tersebut pun dapat menjadi solusi pendapatan bagi petani di tengah rendahnya harga karet.

“Ada nilai tambah dari tanaman sawit yang belum bisa menghasilkan (panen) kalau jagung sudah menghasilkan (panen),” ujar Amran.

Dari tanaman jagung di area integrasi dengan sawit, tutur Amran, bisa didapatkan hasil Rp25Juta–Rp30 juta per tiga bulan, atau Rp75 juta–Rp100 juta per tahun. “Katakanlah 1 hektare itu menghasilkan (penjualan jagung) Rp100 juta berarti Rp100 triliun satu tahun, kalau 4 tahun sekitar Rp400 triliun,” jelas Amran.

Selain itu, penanaman jagung mampu menghapus biaya herbisida karena petani tak lagi memangkas rumput yang tergantikan oleh jagung. Biaya tenaga kerja pengawas dapat dikurangi pula. Hasil panen petani menjadi dua kali lipat, yaitu dari penjualan jagung dan karet.

Sejauh ini, Kementan telah memberikan bantuan pertanian bagi wilayah Sumatera Selatan sebanyak Rp1,2 triliun. Sementara itu, Kabupaten Banyuasin telah menerima sekitar Rp250 miliar pada 2015 lalu.

Baca Juga:  Kisah Petani Malaysia yang Sukses Tanam Durian di Australia