Mentan Minta Peternak Tak Panik Impor Daging Jelang Puasa


Pertanianku – Belum lama ini Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengontrol dan memastikan stok kebutuhan bahan pangan terpenuhi menyambut Ramadan. Terlebih, Mentan selalu memantau dan memastikan khususnya komoditas pangan seperti daging sapi, agar stoknya bisa mencukupi hingga idul fitri.

Langkah yang akan pemerintah ambil untuk mengantisipasinya adalah melakukan impor daging sapi beku. Selain untuk mengamankan pasokan, juga agar harga daging sapi tetap stabil di pasaran.

Amran mengungkapkan bahwa saat ini stok daging sebanyak 40 ribu ton. Pemerintah telah mengincar impor daging dari beberapa negara seperti Meksiko, Spanyol, dan Selandia Baru. Kendati demikian, Amran tak menyebut kuota impor daging beku dari negara-negara itu.

“Yang jelas untuk bulan puasa stok beras kita 1,93 ton, daging 40 ribu ton. Ini hitungan kami cukup untuk Ramadan, tapi aku minta tambah lagi. Mana tahu ada main-main, harga naik, kami antisipasi, kami tak ingin kecolongan,” tutur Amran, seperti mengutip Republika (3/4).

Mentan menjelaskan dengan adanya daging impor tersebut memungkinkan adanya harga jual daging yang beragam. Dengan begitu, masyarakat pun mempunyai pilihan saat membeli daging.

Meski begitu, dia mengatakan peternak di daerah tak perlu khawatir soal adanya impor daging beku jelang bulan puasa. Sebab, kata dia, pasokan daging impor hanya akan dilakukan di daerah-daerah tertntu.

“Kami beri pilihan harga ada yang Rp65.000 per kg, Rp70.000, atau Rp80.000. Kalau daging beku itu harganya dari Rp70.000—Rp85.000 per kg. Peternak lokal yang daerahnya biasa swasembada, kami tidak akan mengirim daging impor, hanya seperti Jakarta itu 95 persen impor, daerah lainnya kita tetap menjaga agar petani, konsumen dan pedagang tetap senang,” tutur Mentan.

Baca Juga:  Indonesia Perlu Belajar dari Denmark Demi Bangun Pertanian Dalam Negeri