Mentan Optimis Daging Kerbau Impor Laris Manis


Pertanianku – Setelah kebijakan impor daging kerbau disahkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 4/2016 yang ditekankan Presiden Joko Widodo pada 8 Maret 2016 lalu, pemerintah memberikan tugas kepada Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) pada akhir Juli ini untuk mendatangkan 10.000 ton daging kerbau impor asal India.

Mentan Optimis Daging Kerbau Impor Laris Manis

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengakui optimistis daging kerbau impor akan menekan lonjakan harga daging sapi, dan akan banyak dinikmati oleh seluruh masyarakat. “Gimana caranya enggak laku, pembelinya banyak,” ujar Menteri Amran di Kementerian Pertanian, seperti dilansir dari Kompas (13/7).

Amran mengungkapkan, saat pemerintah melakukan penjualan daging sapi beku ke pasar selama Ramadan dan Lebaran, sempat muncul dugaan masyarakat tidak berminat membeli. Namun, nyatanya produk itu laku di pasaran. “Ingat enggak daging beku. Dulu katanya enggak laku, tapi beberapa ribu ton habis kemarin kan,” ucap Amran.

Amran menuturkan, besaran impor akan disesuaikan dengan kebutuhan bukan keinginan, agar tidak mengganggu produktivitas peternak lokal. “Tapi berapa saja permintaan pasar, kami akan guyur masuk (impor daging kerbau),” papar Amran.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana menyayangkan keputusan pemerintah terkait keputusan impor daging kerbau asal India. “Jelas masuknya daging berisiko masuknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Kedua, distorsi terhadap peternakan sapi rakyat. Semangat dan minat beternak sapi akan menurun drastis dan implikasinya kita menjadi net importir,” tutur Teguh Boediyana.

Baca Juga:  Rahasia Khasiat Ayam Cemani yang Tidak Diketahui Banyak Orang