Mentan Syahrul Dorong Pengembangan Pertanian Terpadu

Pertanianku Pertanian terpadu merupakan perpaduan antara budidaya padi, kelapa genjah, jeruk, rumah hidroponik, bebek, ikan nila, dan budidaya lele yang dilakukan dalam satu kawasan berbasis korporasi. Pertanian terpadu atau terintegrasi telah dibangun di Desa Kragan, Gedongrejo, Kabupaten Karanganyar dan Desa Giri Roto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.

pertanian terpadu
foto: Pertanianku

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa model pertanian terintegrasi menjadi terobosan baru yang bisa meningkatkan produksi dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Inovasi tersebut merupakan salah satu langkah nyata yang dilakukan oleh pemerintah untuk membuat Indonesia semakin tangguh dalam menghadapi tantangan, seperti pandemi Covid-19 yang langsung berdampak pada kondisi perekonomian global.

“Selain akselerasi produksi, kita wujudkan juga sampai pada tahap hilirisasi (red: industri) menghasilkan pangan berkualitas ekspor. Pertanian integrasi ini tidak hanya di lokasi ini, tapi kita inginkan ada di setiap kecamatan hingga menjadi percontohan nasional yang terbangun proses bisnisnya sampai di ujung,” papar Mentan Syahrul seperti dikutip dari laman pertanian.go.id.

Pertanian integrasi bisa meningkatkan indeks pertanaman (IP) padi sebanyak 4 kali tanam dan panen dalam setahun atau dikenal dengan IP400. Jika model pertanian ini diterapkan di semua wilayah Indonesia, produksi beras di dalam negeri bisa meningkat dengan tajam.

“Pak Dirjen Tanaman Pangan saya perintahkan pola IP400 budidaya padi harus masif, ada di semua kecamatan. Ini kita mulai kenalkan konsep integrated farming menuju zero waste sehingga pangan kita semakin kuat dalam tantangan apa pun,” ujar Mentan Syahrul.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, menjelaskan saat ini Kementan sedang fokus mendorong pengembangan pola integrated farming ini melalui pemberian bantuan KUR, bantuan bibit, dan sarana produksi lainnya hingga aspek hilirisasi. Pola tersebut akan menjadi model yang dikembangkan ke semua daerah sehingga ketahanan pangan nasional terbangun dengan baik.

Baca Juga:  Teknologi Budidaya Lahan Sawah Tanah Hujan Jadi Andalan di Sumba Barat Daya

Pertanian integrasi atau integrated farming merupakan sistem pertanian yang menerapkan zero waste karena hasil sampingan dari proses pertanian digunakan untuk keperluan industri lain yang ada di dalam lingkungan tersebut.

Integrated farming juga artinya diarahkan berbasis zero waste. Artinya, penggunaan eksternal input diminimalisir, apa yang ada di dalam insitu diputar agar efisien di sisi input. Mengoptimalkan potensi yang ada dihasilkan petani itu sendiri,” papar Suwandi.