Mentan Syahrul Resmikan Penggilingan Padi di Bulukumba

Pertanianku — Minggu (29/11), Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, untuk meresmikan penggilingan padi atau rice milling unit (RMU) yang diberikan oleh Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut merupakan salah satu upaya Kementan membantu bagian hilir dari proses produksi pertanian.

penggilingan padi
foto: Pixabay

Penggilingan padi yang dibangun di daerah Bulukumba, Desa Tanah Harapan, Kecamatan Rilau Ale berkapasitas 1,5 ton per jam. Dengan penggilingan tersebut, kualitas padi yang dihasilkan bisa lebih meningkat sehingga harga jual beras petani di kawasan tersebut menjadi lebih baik.

“Hari ini saya bersama Pak Bupati memastikan bantuan RMU atau penggilingan padi sudah sampai di tempat sesuai program yang ada. Kita sudah manfaatkan dan ini menjadi bagian yang menstimulan,” papar Mentan Syahrul seperti dikutip dari laman pertanian.go.id.

Selain bantuan berupa fisik, Kementan juga memberikan bantuan berupa pendampingan dan dana kredit usaha rakyat (KUR) yang bisa digunakan petani sebagai modal untuk memajukan usaha taninya. Pada 2020, petani di Bulukumba mendapatkan bantuan KUR sebanyak Rp50 miliar, lalu ditingkatkan kembali menjadi Rp100 miliar.

“KUR ini salah satu kekuatan di bidang pertanian sesuai yang Bapak Presiden Jokowi minta. Negara benar-benar hadir memfasilitasi menumbuhkan kekuatan stok pangan nasional, dilakukan secara merata di seluruh daerah,” ujar Mentan.

Mentan berharap petani di Bulukumba bisa memaksimalkan bantuan yang diberikan. Seluruh usaha penggilingan padi yang berada di Kabupaten Bulukumba bersinergi dengan program Kostraling (Komando Strategi Penggilingan Padi). Program tersebut diadakan untuk menjaga stabilitas harga komoditas bahan pangan yang sering dikeluhkan oleh petani.

Selain bantuan berupa RMU beserta bangunannya, Kementan juga memberikan bantuan lain berupa alat pengembangan padi di lahan kering, pengembangan padi bebas residu, benih padi inbrida, jagung hibrida, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, alat mesin pertanian, alat pompa berbagai ukuran, embung, revitalisasi tanaman lada, perluasan tanaman pala dan kapas, pemeliharaan kebun induk kelapa, benih lada, serta beberapa komoditas perkebunan lainnya.

Baca Juga:  Durian Lokal Unggul yang Tak Kalah Lezat dari Durian Impor

 

 


loading...