Mentan Tingkatkan Tanam Padi untuk Hadapi Paceklik


Pertanianku – Saat ini pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian berupaya meningkatkan luas tambah tanam dan serap gabah di Provinsi Jawa tengah. Tujuannya, untuk mengantisipasi musim paceklik yang biasanya terjadi pada Desember–Februari.

Mentan Tingkatkan Tanam Padi untuk Hadapi Paceklik

“Luas tambah tanam ini sangat penting, dimana ada bulan-bulan paceklik itu pada bulan Desember, Januari, dan Februari, setiap tahun. Permasalahannya sederhana karena tambah tanam di bulan Juli-September rendah,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagaimana dilansir dari Kompas (15/7).

Dengan itu, Mentan meminta kepada Pemprov Jawa Tengah untuk tidak melewatkan begitu saja La Nina yang merupakan keberkahan bagi pertanian dalam meningkatkan produktivitas.

“Ada La Nina datang tolong jangan disia-siakan. Karena hujan ini datang sampai bulan Oktober. Tahun ini tidak ada musim kering khususnya Jawa. Ini hujan terus, kita optimalkan dan maksimalkan,” ucap Amran.

Amran mengatakan, jika luas tambah tanam lahan seluas 1,2 juta hektare secara nasional dan serap gabah naik sebanyak 1,13 juta ton gabah kering panen di Jawa Tengah, dipastikan Indonesia tidak ada lagi kebijakan impor.

“Kalau ini kita capai total 1 juta kami pastikan kita tidak cerita lagi impor,” tegas Amran. Mentan menambahkan, untuk mencapai hal tersebut, irigasi harus juga diperbaiki, traktor ditambah, kemudian sarana produksi akan dikawal bersama.

“Ini penentu Indonesia. Bapak ibu para Dandim, Kadis, minta tolong target ini jangan meleset tiga bulan, Juli-September,” tutur Amran.

Dari data Kementerian Pertanian, target luas tambah tanam padi di tujuh kabupten dan kota Provinsi Jawa Tengah selama periode Juli–September 2016 adalah 60.696 hektar, dan realisasi pada bulan April–Juni 173.200 hektar.

Baca Juga:  Aneh! Helikopter Terbang Rendah, Ratusan Ayam Mati