Menteri Trenggono Dorong Budidaya Kerapu Hibrida Cantang

Pertanianku — Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta kepada jajarannya untuk terus mengembangkan potensi budidaya kerapu hibrida cantang. Budidaya kerapu ini sudah berjalan dengan baik di Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Ikan kerapu hibrida cantang memiliki nilai jual komoditas yang cukup tinggi.

Kerapu Hibrida cantang
foto: http://www.djpb.kkp.go.id

“Budidaya kerapu hibrida ini perlu untuk terus didorong potensinya, karena selain keunggulannya yang menguntungkan, juga sejalan dengan visi KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) dalam membangun kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat,” jelas Menteri Trenggono seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan hal yang sama, aktivitas budidaya ikan kerapu yang dilakukan oleh masyarakat di tengah masa pandemi Covid-19 menjadi salah satu peluang usaha yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Ini tentu sangat berpeluang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir khususnya,” ujar Slamet.

Ikan kerapu hibrida cantang merupakan hasil persilangan antara induk kerapu macan betina dan kerapu kertang jantan. Persilangan tersebut menghasilkan ikan kerapu hibrida yang memiliki beberapa keunggulan, di antaranya nilai ekonomi yang tinggi dan mampu tumbuh cepat dibanding induk aslinya. Kerapu tersebut mampu tumbuh mencapai 500—600 gram dalam kurun waktu 5—6 bulan dari ukuran tebar 10 cm di keramba jaring apung.

Daya tumbuh yang cepat sudah tentu menjadi salah satu keuntungan bagi para nelayan, apalagi didukung dengan harga jualnya yang terbilang bagus.

BPBAP Situbondo sudah membudidayakan ikan kerapu, salah satu komoitas hasil perikanan budidaya yang bernilai ekonomi tinggi di pasar domestik dan internasional.

Kepala BPBAP Situbondo, Nono Hartanto menegaskan bahwa pihaknya akan semakin fokus untuk menjadi pusat budidaya ikan kerapu. Tak hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia dan dunia. Dengan begitu, BPBAP Situbondo bisa menjadi tempat belajar yang tepat untuk budidaya kerapu yang baik dan benar.

Baca Juga:  Hal-hal yang Tidak Boleh Luput dari Kontrol Harian Kolam Ikan Lele

“Ya, Situbondo ini diharapkan ke depan bisa menjadi tempat belajar masyarakat tentang bagaimana cara budidaya kerapu yang baik dan benar,” pungkas Nono.


loading...