Menyiapkan Bibit Cacing Sutera


Pertanianku – Bibit berperan penting pada budi daya cacing sutera selain media. Tubifex yang digunakan sebagai bibit biasanya berasal dari alam misalnya sungai, selokan, dan parit yang kaya bahan organik. Perairan yang menjadi sumber bibit cacing sutera akan mempengaruhi keberhasilan proses budi dayanya. Jadi, bibit yang didapatkan harus berkualitas dan salah satu caranya adalah dengan melakukan penangkaran. Proses penangkaran dapat juga dikatakan sebagai proses karantina sehingga bibit yang didapat bebas dari patogen.

Menyiapkan Bibit Cacing Sutera

Proses penangkaran ini menjadi penting pada bibit cacing sutera yang berasal dari alam. Bibit hasil tangkapan memerlukan penanganan khusus agar kualitasnya bagus dan dapat bertahan hidup di dalam media yang telah dibuat. Salah satunya adalah harus selalu berada pada air yang mengalir.

Selain itu, pengambilan cacing sutera dari alam sebagai bibit relatif lebih sulit untuk dilakukan karena cacing sudah bercampur dengan lumpur. Bibit cacing sutera sebenarnya tidak harus berasal dari alam, tetapi bisa berasal dari hasil budi daya. Jadi, cacing sutera yang dipanen dari hasil budidaya disisihkan sebagian untuk dijadikan bibit. Setelah itu, bibit tersebut siap untuk dibudidayakan pada periode selanjutnya sehingga tidak perlu mengulang dari awal. Apabila ketebalan media hidup yang dibuat lebih dari 4 cm, pada saat panen cukup mengambil lapisan media yang paling atas. Selanjutnya, bibit cacing sutera yang tersisa di lapisan bagian bawah akan berkembang biak lagi dengan tambahan pupuk susulan.

Pengambilan cacing sutera dari alam sebaiknya dilakukan dengan menggunakan seser dari kain kasa halus berdiameter 30 cm dan tinggi kain 20 cm. Rangka seser harus kuat dan tidak mudah rusak. Jadi, untuk mendapatkan bibit cacing berkualitas, cara penangkapannya harus hati-hati. Berikut adalah tahapannya.

  1. Ambil cacing dari alam, misalnya saluran air yang banyak limbah organiknya. Masukkan lumpur berisi cacing ke dalam seser beserta semua yang ikut di dalamnya, misalnya sampah-sampah kecil yang menjadi tempat melekatnya cacing sutera.
  2. Ayak dan aduk semua lumpur dengan ayakan (sortiran ikan lele ukuran 0—1 cm) hingga lumpur-lumpur kasar dan sampah tersangkut di ayakan.
  3. Masukkan lumpur yang telah diayak ke dalam seser kembali, lalu biarkan airnya menetes hingga hanya tersisa gumpalan lumpur halus berisi cacing sutera.
  4. Masukkan gumpalan tersebut ke dalam wadah (baskom) berisi air bersih, lalu tutup rapat selama 2—3 jam. Selama 2—3 jam, cacing sutera akan menuju ke atas karena panas dan terpisah dari lumpur.
  5. Angkat cacing yang sudah terpisah dari lumpurnya, lalu kumpulkan. Setelah itu, cacing dicuci terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke tempat pengendapan. Setelah diendapkan, cacing dicuci kembali, lalu diendapkan lagi. Kegiatan ini dilakukan 3—5 kali untuk menghilangkan lumpur yang masih ada. Pencucian dilakukan dengan air mengalir.
  6. Setelah dirasa bersih, cacing ditempatkan dalam penangkaran yang diberi air mengalir. Di dalamnya sudah terdapat media yang telah difementasi.
  7. Lakukan pengecekan pada hari ke-7 setelah cacing diletakkan di tempat penangkaran. Biasanya sudah terdapat koloni cacing sutera yang berkembang biak dan tumbuh di tempat penangkaran.
Baca Juga:  Ketahui Kendala yang Bisa Terjadi dalam Beternak Bebek

Penangkaran dilakukan untuk mendapatkan bibit cacing dengan kualitas prima serta terbebas dari bakteri dan parasit yang terbawa dari alam. Suplai air harus tetap dijaga selama masa penangkaran. Hal itu karena cacing sutera tidak dapat tumbuh dan berkembang biak dalam kondisi yang kekurangan air, apalagi kering. Cacing yang berasal dari penangkaran selanjutnya bisa digunakan sebagai bibit untuk produksi cacing sutera secara massal.

Selain tujuan di atas, tujuan lain dari penangkaran adalah untuk mendapatkan bibit yang telah terbiasa hidup di habitat (media) buatan. Dengan cara ini, setidaknya kematian Tubifex dalam produksi massal dapat dihindari sehingga proses pemeliharaannya akan menghasilkan cacing sutera dengan kualitas dan kuantitas produksi yang sesuai harapan. Bibit cacing sutera juga dapat diperoleh dari para penampung cacing sutera atau dari toko ikan hias. Namun, cacing tersebut juga berasal dari alam sehingga harus melewati proses penangkaran terlebih dahulu sebelum digunakan untuk produksi.

 

Sumber: Buku Cacing Sutera

 

loading...
loading...