Menyiapkan Calon Induk Ikan Nila


Pertanianku – Untuk menjamin kontinuitas, kualitas, dan kuantitas benih, diperlukan peremajaan induk. Hal itu merupakan salah satu tahap penting yang harus segera dilakukan karena berkaitan dengan produksi benih tebar untuk kegiatan pendederan atau pembesaran. Peremajaan induk nila dimulai dengan pembuatan calon induk. Pembuatan calon induk dilakukan dengan memijahkan induk-induk yang ada (varietas yang sama) melalui perkawinan massal dengan proporsi jantan dan betina antara 1 : 1 hingga 1 : 4.

Calon Induk Nila

Larva-larva yang telah dihasilkan dari pemijahan didederkan dan dibesarkan pada wadah-wadah yang lingkungannya terjaga dengan baik. Untuk mempercepat pertumbuhan menjadi calon induk, kepadatan yang digunakan adalah setengah dari kepadatan yang umum untuk budi daya. Sebagai contoh, kepadatan larva untuk pendederan tahap I sampai mencapai ukuran 3—5 cm adalah 100 ekor/m2. Jadi, kepadatan untuk mendederkan calon induk hanya sekitar 50 ekor/m2.

Demikian juga untuk tahapan pendederan tahap II yang umumnya menggunakan kepadatan 50 ekor/m2. Jadi, untuk pembuatan calon induk cukup menggunakan kepadatan 25 ekor/m2. Sementara itu, untuk pembesaran sampai calon induk (100—150 g/ekor), dapat dikurangi kepadatannya dari 10 ekor/m2 menjadi hanya 5 ekor/m2. Dengan sistem ini, produksi calon induk hanya membutuhkan waktu 2,5 bulan dari larva. Penambahan waktu 1—1,5 bulan lagi dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan induk nila.

 

Sumber: Buku Nila Unggul

Baca Juga:  Ragam Ikan Hias Tanah Air Jadi Perhatian Pemerintah
loading...
loading...