Menyusul Telur, Kini Harga Cabai Rawit pun Melonjak Tajam


Pertanianku — Tak hanya telur ayam yang meroket, harga cabai rawit di pasar tradisional pun kini mengalami lonjakan. Misalnya saja di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, harga cabai rawit naik hingga mencapai Rp80 ribu per kilogram.

harga cabai rawit
Foto: Pexels

Diakui oleh Yatin, salah satu warga di Desa Moluo, Kecamatan Kwandang, di Gorontalo, bahwa harga tersebut berlaku di pasar tradisional Moluo Kwandang. Sebelumnya harga cabai rawit berada di kisaran Rp40.000—Rp50.000 per kg.

“Kenaikannya cukup signifikan dan sangat terasa berat,” ujanya wanita yang berprofesi sebagai pelaku usaha kecil yaitu penjual nasi kuning, seperti dikutip Republika, Selasa (17/7).

Yatin berharap, pemerintah daerah segera mengantisipasi lonjakan harga komoditas pangan. Apalagi, cabai rawit menjadi salah satu komoditas rempah-rempah andalan.

Sementara itu, Noval, pedagang sayuran dan rempah-rempah mengaku, kenaikan cabai rawit dipengaruhi kurangnya stok yang masuk.

“Biasanya saya mengambil stok dari petani lokal atau petani dari luar daerah di Provinsi Gorontalo, namun saat ini stok terlambat masuk dan berdampak pada naiknya harga jual,” ungkap dia.

Menurut prediksi Noval, harga cabai akan mengalami penurunan saat pasokan normal dan petani lokal kembali melakukan masa panen.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Gorontalo Utara, Wilson Hadju mengatakan, pihaknya terus memantau pergerakan harga komoditas pangan di daerah itu. Dikatakannya, sejauh ini harga komoditas rempah-rempah sebagian mengalami kenaikan namun sebagiannya lagi stabil.

Ia juga menuturkan, pihaknya terus berkoordinasi dan melaporkan harga-harga tersebut dengan pihak pemerintah provinsi. Harga cabai merah keriting juga naik dari Rp50.000 menjadi Rp55.000 per kg.

Harga tomat stabil Rp12 ribu per kg, bawang merah dan bawang putih Rp40.000—Rp50.000 per kg. Harga sayuran, seperti kol Rp10.000 per buah ukuran besar, sawi Rp3.000 per ikat dan wortel Rp15.000 per kg.

Baca Juga:  Pemanfaatan TIK untuk Dukung Investasi dan Ekspor Pertanian