Merancang Bentuk Usaha Ikan Konsumsi di Lahan Sempit

Pertanianku -Rancangan bentuk usaha harus disusun detail, efisien, dan efektif. Karena luas lahan sangat terbatas, penuangan rancangan harus mencermin kegiatan usaha sesungguhnya yang harus dapat menghasilkan keuntungan secara ekonomis. Berikut beberapa tipe rancangan bentuk usaha yang dapat dipilih untuk kegiatan usaha budi daya ikan.

Merancang Bentuk Usaha

1. Bentuk usaha di perairan sungai

Perairan sungai yang memiliki aliran air sedang (kecil atau besar) dapat digunakan untuk budi daya ikan. Ada beberapa bentuk rancangan yang dapat dibuat di perairan sungai di antaranya sebagai berikut.

a) Berbentuk hampang. Sistem budi daya ini memagari luasan perairan dari bambu, kayu, atau jaring/waring. Bentuknya tergantung kondisi morfologi dan kecepatan arus sungai.

b) Berbentuk keramba. Sistem budi daya berupa kurungan dari bambu, kayu, atau waring dengan berbagai bentuk (kubus, balok, dan silindris). Pemasangannya biasanya di tepi sungai, baik terapung, melayang, atau tenggelam.

c) Berbentuk kolam. Umumnya budi daya berupa kolam yang dibuat di tepi sungai. Bentuknya tergantung kondisi, seperti segi empat, bujur sangkar, atau segitiga.

2. Bentuk usaha di perairan tergenang

Perairan tergenang yang dimaksud adalah laut, waduk, danau, rawa, dan embung. Pembuatan usaha di perairan tergenang yang cukup dalam, khususnya jaring apung, lebih membutuhkan konstruksi yang kuat dan biaya yang lebih besar. Oleh karena itu, pembuatan konstruksi dengan luasan 100 m2 agak kurang memadai atau terlalu kecil walaupun tetap dapat dilakukan. Namun, pertimbangan untung-rugi dan faktor risikonya perlu dilakukan dalam usaha budi daya ikan. Ada beberapa bentuk usaha yang dapat dilakukan di perairan tergenang, yaitu sebagai berikut.

a) Berbentuk hampang. Biasanya dibuat di tepian perairan yang dangkal. Bentuknya melingkari atau mengelilingi luasan media air dengan ukuran tertentu.

Baca Juga:  Kelebihan dan Kekurangan Kolam Tanah untuk Pemijahan Belut

b) Berbentuk keramba. Biasanya di tepian perairan pada kedalaman yang tidak terlalu dalam.

c) Berbentuk jaring apung. Usaha dibuat di kedalaman lebih dari 7 m.

Bentuk usaha berupa kolam, tebat, atau tambak

Usaha budi daya ikan pada tempat ini paling banyak dilakukan oleh masyarakat karena paling mudah. Ada beberapa bentuk usahanya, yaitu sebagai berikut.

a) Berbentuk petakan. Bentuk tersebut biasa dilakukan oleh masyarakat pembudi daya ikan.

b) Berbentuk hampang. Usaha dibuat di dalam petakan kolam atau tambak. Biasanya untuk usaha pendederan, penggelondongan, pentokolan ikan atau udang sebelum dijual lagi atau ditebarkan pada hamparan yang lebih luas.

c) Berbentuk keramba. Usaha dibuat di dalam petakan kolam atau tambak. Biasanya untuk budi daya ikan dan penggemukan kepiting.

3. Bentuk usaha di lahan tanah

Kegiatan usaha di tempat ini paling praktis dan murah serta mudah mengawasinya. Namun, jika usaha dibuat secara permanen dan sebagai kegiatan pembenihan, biaya yang dikeluarkan juga relatif besar. Hal ini disebabkan dibutuhkan sarana yang baik, seperti akuarium, blower, dan aerator.

a) Berbentuk kolam atau bak permanen untuk pembenihan dan pembesaran ikan.

b) Berbentuk akuarium untuk pembenihan ikan intensif.

 

Sumber: Buku Bisnis ikan konsumsi di lahan sempit


loading...