Merangsang Pohon Berbuah dengan Pelukaan dan Pengerokan

Pertanianku— Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk merangsang pohon berbuah, tetapi perangsangan tersebut harus disesuaikan dengan jenis tanaman. Cara umum yang biasa dilakukan untuk merangsang adalah pemberian zat perangsang tumbuh, hormon, pupuk, pengairan, stres air, pemangkasan, serta pelukaan pohon dan pengerokan.

pelukaan pohon
foto: Pixabay

Merangsang pohon berbuah dengan cara pelukaan dan pengerokan sudah cukup lama dilakukan oleh petani. Pohon yang sudah dilukai bisa cepat berbuah karena zat nutrisinya terhenti atau terhambat sehingga tidak bisa diedarkan ke seluruh bagian tanaman. Zat fotosintesis yang dihasilkan dari daun tidak mengalir ke akar dan akan menumpuk di cabang, batang, ranting, dan daun.

Masih jarang petani yang melakukan pelukaan di bagian akar tanaman dan umbi karena risikonya cukup besar. Pelukaan yang dilakukan di bagian akar atau umbi harus dibantu dengan paraffin, cat atau ter untuk menghindari infeksi dari jamur atau bakteri pada bagian yang dilukai.

Penumpukan zat fotosintesis tersebut dapat mendorong terjadinya proses pembungaan tanaman menjadi lebih cepat. Jika proses pembungaan berjalan lebih cepat, proses pembuahan juga akan berlangsung lebih cepat.

Pelukaan yang dilakukan pada bagian pangkal batang disebut sebagai penyunatan. Sementara itu, pelukaan yang dilakukan pada leher batang disebut pencacahan. Kedua cara pelukaan tersebut bisa dilakukan pada tanaman buah yang berbatang keras dan tahan terhadap penyakit kulit. Pohon yang bisa dilakukan pelukaan adalah pohon nangka, mangga, dan sirsak.

Cara pelukaan hampir sama dengan cara mencangkok. Kulit batang pohon dilukai hingga menembus sampai ke kambium. Selanjutnya, bersihkan lendir pada kambium hingga terlihat jaringan pada kayu batang pohon. Luka pada batang pohon dilakukan secara acak dan tidak beraturan.

Baca Juga:  Keunggulan Mangga Lalijiwo yang Bikin Lupa Diri

Cara pelukaan yang sering dilakukan adalah pengerokan. Pengerokan dilakukan dengan memberikan luka ringan pada kulit batang. Pengerokan sering digunakan untuk merangsang pohon buah lengkeng.

Pengerokan pada pohon lengkeng dilakukan setelah pohon mendapatkan pemangkasan ringan. Biasanya, pemangkasan dan pengerokan dilakukan ketika masa panen buah sudah berakhir.

Batang pohon tanaman yang sudah dikerok akan mengalami hambatan ketika ingin mengangkut hasil fotosintesis ke akar. Akibatnya, terjadi penumpukan zat hasil fotosintesis di cabang dan daun. Kelebihan zat karbohidrat bisa menyebabkan pohon lebih cepat untuk berbunga dan berbuah.