Merangsang Tanaman Berbuah dengan Teknik Pelilitan

Pertanianku — Terkadang, Anda menjumpai tanaman buah dewasa yang tak kunjung berbuah. Tanaman tersebut baru bisa berbuah saat keseimbangan rasio C/N sudah didapatkan. Tidak imbangnya rasio C/N menyebabkan gangguan pada fase vegetatif dan generatif. Unsur C dalam rasio ini adalah kandungan karbohidrat, sedangkan N merupakan nitrogen. Ada banyak cara untuk menyeimbangkan rasio C/N, salah satunya dengan teknik pelilitan.

teknik pelilitan
foto: Pertanianku

Pelilitan juga sering disebut pencicinan dan pengikatan pohon. Sebenarnya, teknik ini tergolong tradisional karena sudah digunakan sejak zaman dahulu. Pelilitan bertujuan mempercepat proses pembuahan pohon.

Tanaman yang dapat diberikan perlakuan teknik ini adalah tanaman buah seperti nangka, mangga, dan sirsak. Pelilitan lebih sering dilakukan di kampung-kampung dengan cara mengikat batang menggunakan lilitan kawat secara kencang. Bagian tanaman yang dililit adalah batang primer atau batang sekunder. Lilitan tersebut baru dibuka setelah tanaman mengeluarkan bunga dan bakal buah.

Cara yang tergolong tradisional ini terbukti dapat membuat tanaman berbunga dan berbuah karena pengangkutan karbohidrat hasil fotosintesis dari tajuk ke akar terhambat. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya penimbunan zat makanan di batang cabang. Penimbunan dapat merangsang tanaman untuk berbunga dan berbuah.

Teknik pelilitan hanya bisa dilakukan pada tanaman yang sehat. Jangan sekali-kali Anda lakukan pada tanaman yang sedang sakit karena malah akan membuat tanaman semakin sengsara sehingga kondisinya memburuk. Selain itu, pelilitan yang dilakukan akan menjadi sia-sia karena tidak akan merangsang pembuahan dan pembungaan. Oleh karena itu, tanaman yang akan dililit harus dipastikan sehat atau setidaknya dibuat menjadi sehat terlebih dahulu.

Pada dasarnya, tanaman yang memiliki rasio C/N yang tinggi dapat mengeluarkan bunga dan buah. Keseimbangan rasio C/N tak hanya dapat diatur dengan menggunakan teknik pelilitan, Anda juga bisa mengaturnya dengan melakukan pelukaan yang dilakukan pada batang, akar, dan umbi, serta pemotesan ujung tunas cabang (pinching). Cara mengatur rasio C/N lain yang cukup sering dilakukan adalah pemangkasan.

Baca Juga:  Keunggulan si Cantik Bunga Garbera Manika Agrihorti