Meskipun Berlabel ‘Kampung’, Ayam ini Tetap Menjadi Favorit Masyarakat


Pertanianku – Masyarakat sudah lama mengenal ayam kampung. Ayam ini tidak kalah pamor dengan ayam negeri yang notabene memang sudah umum dikonsumsi. Konon, jenis ayam kampung sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Kutai. Pada saat itu, ayam kampung merupakan salah satu jenis persembahan untuk kerajaan sebagai upeti dari masyarakat setempat. Keharusan menyerahkan upeti menyebabkan ayam kampung selalu diternakkan oleh warga kampung sehingga ayam kampung tetap terjaga kelestariannya. Kebiasaan beternak ayam kampung tersebutlah yang menyebabkan ayam ini mudah dijumpai di seluruh tanah air.

Meskipun Berlabel ‘Kampung’, Ayam ini Tetap Menjadi Favorit Masyarakat

Selama ini, ayam kampung lebih dikenal sebagai penghasil daging yang lezat. Sementara, telurnya kebanyakan dikonsumsi hanya sebatas hasil sampingan saja. Lain halnya dengan ayam ras yang sudah lama dikenal sebagai ayam pedaging (broiler) dan ayam petelur. Ayam kampung sebagai petelur baru dikenal belakangan dan saat ini sudah mulai dikembangkan seperti lazimnya ayam ras. Hal itu karena kebutuhan telur ayam kampung yang terus meningkat.

Beberapa kendala yang dihadapi oleh peternak ayam kampung, antara lain sulitnya memperoleh bibit yang baik dan produksi telurnya yang lebih rendah dibandingkan dengan ayam ras. Rendahnya produksi telur ayam kampung umumnya lebih disebabkan oleh sistem budidayanya yang kurang intensif. Sampai saat ini peternak masih banyak yang menerapkan sistem budidaya pedaging untuk petelur sehingga produksinya jauh lebih rendah dari ayam ras petelur. Padahal, dengan sistem yang lebih intensif, produktivitas ayam kampung bisa ditingkatkan hingga 50%. Nilai tersebut memang masih lebih rendah dari ayam ras, tetapi masih dianggap lebih menguntungkan karena harga jual telur ayam kampung jauh lebih tinggi daripada harga telur ayam ras.

Telur ayam kampung mempunyai berat sekitar 26,27—55,4 g dengan ukuran lebih kecil dibandingkan telur ayam negeri. Untuk warna cangkangnya, telur ayam kampung berwarna cenderung lebih putih dengan sentuhan warna krem. Telur ayam negeri mempunyai ukuran besar dengan tekstur cangkang yang relatif lebih kasar dan berwarna cokelat gelap.

Baca Juga:  Tips Agar Panen Ayam Buras Lebih Sukses

Kandungan protein pada telur ayam kampung jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan protein pada ayam negeri. Bukan hanya protein, tapi juga kandungan vitamin A pada telur ayam kampung jauh lebih tinggi dibandingkan telur ayam negeri.