Mikroorganisme Lokal dari Keong Mas

PertaniankuMikroorganisme lokal (MOL) merupakan cairan yang terbuat dari bahan organik alami yang mengandung unsur hara mikro dan makro serta mikroba. MOL dapat berfungsi sebagai perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan, serta agen pengendali penyakit dan hama tanaman. Pada dasarnya Anda dapat membuat MOL sendiri dari berbagai bahan organik, salah satunya adalah keong mas.

mikroorganisme lokal
foto: Pertanianku

Keong mas relatif mudah ditemukan di daerah persawahan karena hewan ini termasuk hama padi yang meresahkan. Pemanfaatan keong mas sebagai bahan baku pembuatan mikroorganisme lokal dapat membuat hama tersebut menjadi lebih bermanfaat.

Bahan-bahan lain yang dibutuhkan dalam pembuatan MOL keong mas antara lain air kelapa dan buah maja atau bisa diganti dengan gula merah dan air perasan tebu jika sulit mendapatkan buah maja yang sudah matang.

Bahan dan alat:

  • 5 kg keong mas segar
  • 2 buah maja matang/1 kg gula merah/air perasan tebu
  • 10 liter air kelapa
  • 1 buah ember plastik
  • Plastik lembaran secukupnya

Cara membuat:

  • Tumbuk halus keong mas, lalu masukkan ke ember plasti
  • Campurkan daging buah maja yang sudah dihaluskan/gula merah/air perasan tebu.
  • Tambahkan 10 liter air kelapa, lalu aduk hingga rata.
  • Tutup rapat wadah dengan plastik, lengkapi dengan selang plastik yang mengarah ke botol berisi air untuk mencegah kontaminasi dan mengontrol tekanan.
  • Biarkan selama 15 hari agar proses fermentasi berjalan hingga tercium bau seperti tapai.

Mikroorganisme lokal yang terbuat dari keong mas dapat digunakan bioaktivator dalam proses pengomposan sehingga proses pengomposan berjalan lebih cepat. Cara pengaplikasiannya sangat mudah, Anda perlu mencampur 1 liter MOL dengan 5 liter air sampai rata. Setelah itu, siramkan larutan tersebut ke bahan kompos.

Baca Juga:  Teknologi Pengelolaan Air dan Iklim di Food Estate Humbahas

Selain keong mas, Anda juga dapat menggunakan bahan-bahan organik seperti limbah hijauan atau sayuran segar, sisa buah-buahan, dan rebung bambu. Anda dapat menyesuaikan bahan organik yang digunakan dengan ketersediaannya di sekitar lingkungan Anda agar lebih mudah. Pasalnya, bahan organik yang sulit didapatkan justru malah membuat biaya pembuatannya semakin membesar.