Minyak Hati Ikan Hiu Bisa Obati Kanker, Itu Mitos!


Pertanianku — Kasus perburuan hiu di dunia saat ini semakin mengkhawatirkan. Hal tersebut marak terjadi tidak lain karena mitos mengenai kandungan beberapa organ hiu yang dianggap memiliki efek kesehatan. Salah satu mitos yang berkembang di mayarakat adalah minyak hati ikan hiu mampu mengobati kanker. Namun, benarkah itu?

minyak hati ikan hiu
Foto: Shutterstock

Berdasarkan laporan Scientific American (2011), tidak ada obat untuk kanker karena kanker bukanlah penyakit tunggal. Selain itu, tidak ada sifat universal pada kanker yang bisa disembuhkan oleh satu jenis pengobatan. Dengan kata lain, obat universal untuk kanker memang tidak ada. Pengobatan untuk kanker justru sangat bergantung di mana dan bagaimana keadaan penyakit tersebut.

Mengutip Kompas, dirangkum dari laman Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), kandungan dari minyak hati ikan hiu dalam memberikan kontribusi terhadap kesehatan sebenarnya masih belum sepenuhnya dapat dipahami.

“Squalene, misalnya, adalah pendahulu bosintesis dari kolesterol tapi diklaim mampu menormalkan level kolesterol darah pada orang yang makan makanan berlemak,” tulis laporan di laman FAO itu.

Hal senada juga diungkapkan oleh Koordinator Konservasi Ikan Hiu dari Lembaga World Fund Indonesia, Dwi Ariyoga Gautama. Ia mengatakan, “Minyak hati hiu mengandung Squalene dengan kandungan  30-carbon organic compound yang sama dengan kandungan minyak sayur seperti wijen, kulit ari beras, biji gandum, dan zaitun,”.

“Jadi, pengganti bahan dari minyak nabati jauh lebih ramah lingkungan dan bermanfaat,” imbuhnya.

Dalam beberapa iklan komersial, minyak hati ikan hiu diklaim memiliki efek yang baik untuk penyakit jantung, diabetes, hepatitis, dan alergi. Ditambah lagi, kandungan yang dikenal sebagai alkylglycerols disebut-sebut sebagai senyawa yang mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.

Namun demikian, yang tak banyak diketahui, minyak hati ikan hiu paling bermanfaat jika dalam bentuk alami. Tentu saja, kondisi ini tidak menarik orang atau perusahaan untuk mendanai penelitian. Akibatnya, sampai saat ini belum ada pengujian menyeluruh terhadap kandungan tersebut.

Baca Juga:  Jaga Kelestarian Jalak Bali dengan Penangkaran dan Pelepasliaran

Hal ini tentu membuat para ahli konservasi mempertanyakan kembali kebenaran tentang efek menguntungkan dari konsumsi minyak hati ikan hiu. Bahkan, mereka menyebut bahwa minyak hati ikan hiu sebetulnya tak memberi manfaat tapi justru hanya mendorong perburuan ikan hiu.

“Minyak hati hiu didominasi oleh jenis-jenis hiu botol yang merupakan hiu laut dalam dengan karakteristik reproduksi dan pertumbuhannya jauh lebih lama dibandingkan jenis-jenis ikan di permukaan. Penangkapan berlebih sangat mengancam jauh lebih tinggi dibandingkan hiu lainnya,” ujar Yoga.

loading...
loading...