Miris! 20 Spesies Ikan di Danau Maninjau Punah

0

Pertanianku – Danau Maninjau merupakan salah satu danau yang dijadikan objek wisata di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, ini menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dari 34 spesies asli Danau Maninjau, saat ini hanya tersisa 14 spesies. Itu artinya sebanyak 20 spesies ikan lokal telah mengalami kepunahan.

“Ke-14 spesies ikan yang masih bertahan itu jenis rinuak, bada, gupareh, asang, nila, mas, gabus, lobster dan lainnya,” ungap Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Loka Alih Teknologi Penyehatan Danau LIPI, Jojo Sudarso di Lubukbasung, seperti mengutip Republika (26/5).

Lebih lanjut Jojo Sudarso menerangkan ke-20 spesies ikan lainnya seperti jenis betok, sidat, cide-cide dan lainnya sudah punah atau tidak ditemukan lagi di perairan Danau Maninjau. Punahnya ikan asli danau itu akibat penangkapan ikan secara berlebihan yang dilakukan nelayan dan juga pencemaran, serta dimangsa ikan lain.

“Ikan nila, patin, dan dan gabus merupakan predaktor ikan dengan ukuran kecil,” ucapnya.

Agar ke-14 spesies ikan ini tidak benar-benar punah, UPT Loka Alih Teknologi Penyehatan Danau LIPI telah mencoba membudidayakan jenis ikan asang, bada, rinuak, dan gupareh. Akan ditebar jenis ikan asang sebanyak 40 ribu ekor, bada 100 ribu ekor, gupareh 500 ekor, dan rinuak sebanyak 250 ekor.

“Bibit ikan ini akan dilepas ke Danau Maninjau dalam waktu dekat. Ini merupakan program kita pada Save Danau Maninjau yang digagas Pemkab Agam,” lanjutnya.

Selain membudidaya ikan asli danau, pihaknya juga membuat zona konservasi perikanan, mengimbau nelayan untuk tidak menangkap ikan asli danau di sekitar sumber air, dan tidak menggunakan racun.

Danau Maninjau dengan luas sekitar 9.737,5 hektare yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, kondisinya tercemar berat akibat pakan ikan dan limbah rumah tangga. Dengan kondisi ini, katanya, terjadi sebanyak 11 kali kematian ikan keramba jaring apung secara mendadak dengan jumlah sekitar ribuan ton selama 2016.

Untuk mengatasi ini, pemerintah harus mengatur jumlah keramba jaring apung untuk mengatasi pencemaran danau akibat limbah pakan ikan. Selain itu, limbah rumah tangga harus diolah dulu sebelum masuk ke danau dan petani menggunakan pupuk ramah lingkungan untuk padi dan tanaman lain.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Agam, Yulnasri, mengatakan Pemkab Agam telah melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah untuk menyelamatkan danau dari pencemaran dan telah membentuk tim satuan tugas untuk membersihkan danau.

“Kita optimistis kondisi air danau akan kembali pulih apabila ada kemauan dari masyarakat untuk mengurangi jumlah keramba dari 23.000 unit menjadi 6.000 unit, tidak memasukkan limbah rumah tangga ke danau,” tutupnya.

loading...
loading...