Miris! Luas Tambah Tanam Indonesia Kritis


Pertanianku – Indonesia dulu terkenal memiliki luas lahan pertanian yang sangat luas. Namun, kini hal tersebut berbanding terbalik, akibat banyaknya pembangunan besar-besaran yang membuat luas lahan pertanian semakin berkurang.

Foto: pexels

Lahan pertanian kian menyusut ditambah posisi luas tambah tanam semakin kritis karena memasuki masa paceklik. Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Kementerian Pertanian, Ali Jamil.

“Pemerintah melalui Kementerian Pertanian bekerja sama dengan TNI memilki target untuk luas tambah tanam (LTT) seluas 1,2 juta hektare per bulan yang harus ada penananam padi,” terangnya di Batang, Jawa Tengah (Jateng), seperti mengutip Antara (15/8).

Ia menyebutkan luas tambah tanam di Jateng pada 24 kabupaten sudah mencapai 700.000 hektare.

Menurutnya, Kabupaten Batang memiliki upaya khusus LTT seluas 6.600 hektare dapat menyukseskan target pemerintah dengan melakukan koordinasi pada seluruh pemangku kepentingan agar mengoptimalkan penggunaan alat bantuan serta kerja sama yang baik antarlintas sektoral.

“Kami minta tanaman jagung diperhatikan, seperti menanam padi, karena Kabupaten Batang adalah penyumbang positif (pangan) di Jawa Tengah. Jika dirasa masih kurang terkait dengan masalah traktor, tolong ajukan saja, kami akan dukung,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Batang Megayani Thamrin mengatakan bahwa LTT pada April—Mei 2017 melebihi target.

“Namun, pada bulan Juni 2017, tidak mampu mencapai target (85 persen), kemudian pada bulan Juli 2017 sebesar 84 persen. Pada bulan Agustus 2017, kami baru mencapai 660 hektare,” terangnya.

Kendala yang dihadapi dalam upaya LTT adalah minimnya petugas pengamat organisme pengganggu tanaman (POPT) sebagai ujung tombak suksesnya program itu.

Baca Juga:  Swasembada Beras Berlanjut, Ini Cara Kementan Mewujudkannya
loading...
loading...