Miris! Petani Tak Pernah Rasakan Tingginya Harga Bawang


Pertanianku – Saat ini beberapa komoditas pangan masih bergejolak. Salah satunya adalah bawang merah. Kenaikan bawang merah terjadi beberapa pekan terakhir. Dampak mahalnya harga bawang merah terasa di pasar tradisional di Cirebon.

Berdasarkan pantauan di Pasar Pagi, Kota Cirebon, belum lama ini harga bawang merah berkisar antara Rp34.000 hingga Rp36.000 per kg, tergantung ukurannya. Meski sudah turun dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp40.000 per kg, harga itu dinilai masih tinggi.

“Harga memang sudah turun. Tapi harga segitu ya masih tinggi,” ujar seorang pedagang sayur, Ilah, seperti mengutip Republika (13/3).

Harga bawang merah dalam kondisi normal hanya mencapai Rp20.000 sampai Rp25.000 per kg. Karenanya, dengan masih tingginya harga bawang merah saat ini membuatnya seringkali diprotes para pelanggan.

Ilah mengatakan, selain harganya yang masih tinggi, kualitas bawang merah saat ini juga kurang bagus. Menurutnya, bawang merah cepat membusuk akibat banyaknya kandungan air di dalamnya.

“Saya jadi gak berani nyetok bawang merah dalam jumlah yang banyak, takut rugi karena bawang merahnya cepat busuk,” ungkapnya.

Sementara itu, tingginya harga bawang merah saat ini ternyata tidak dinikmati oleh para petani. Pasalnya, harga bawang merah di tingkat petani justru rendah.

Ketua kelompok tani bawang merah Cukang Akar di Desa Silih Asih, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Rois, menyebutkan, dari areal tanam bawang merah seluas empat hektare milik kelompoknya, bawang merah hanya dihargai Rp450 juta. Itu berarti, bawang merah hanya dihargai sekitar Rp11.250 per kg.

“Harga ini rendah sekali. Biasanya kan bisa mencapai Rp25.000 sampai Rp30.000 per kg,” keluh Rois.

Tidak hanya harga jual yang rendah, produksi bawang merah juga menurun akibat hujan yang sering turun. Dalam kondisi normal, hasil panen bawang merah bisa mencapai 14 ton per hektare. Namun akibat hujan, tanaman bawang merah terkena penyakit lodoh dan membusuk hingga produksinya menurun menjadi sembilan sampai sepuluh ton per hektare.

Baca Juga:  Berkat Kementan dan TNI, RI Tak Lagi Impor Beras
loading...
loading...