Misteri, Ditemukan Bangkai Paus Bungkuk di Hutan Amazon


Pertanianku — Kejadian paus terdampar di tepi pantai sudah sangat sering ditemukan. Namun, kali ini kejadiannya sangat unik dan menjadi misteri. Bangkai paus bungkuk terdampar di Hutan Amazon. Pertanyaannya, bagaimana paus besar itu bisa terdampar dan mati di Hutan Amazon?

Bangkai paus bungkuk
Foto: Google Image

Bangkai paus ini pertama kali ditemukan pada Jumat (22/2) lalu di dekat muara Sungai Amazon. Ikan paus sepanjang 8 meter ini terdampar di dalam hutan yang berjarak sekitar 15 meter dari tepi laut dan cukup dekat dengan muara Sungai Amazon.

Temuan tak biasa ini membuat organisasi nonprofit Bicho D’água Institute mengirimkan 10 ahli biologi untuk menganalisis apa yang sebenarnya terjadi. Sementara itu, tim ahli terebut menemukan tidak adanya tanda-tanda luka pada bangkai paus. Tim ahli juga tidak menemukan banyak petunjuk untuk menjelaskan bagaimana paus besar bisa terdampar di daratan yang jaraknya sangat jauh dari perairan.

“Kami masih tidak yakin mengapa paus ini terdampar di sini, tapi kami memperkirakan hewan ini mengambang dekat dengan pantai (sebelum terdampar di hutan),” ujar ahli kelautan Renata Emin, seperti dilansir Science Alert.

Ketika mengambang di dekat pantai, kemungkinan air pasang menyeret paus tersebut hingga akhirnya terdampar di hutan. Terlepas dari itu, Emin tetap merasa bingung mengapa paus bungkuk berada di pantai utara Brasil saat Februari.

“Karena ini merupakan kejadian yang sangat tidak biasa,” lanjut Emin.

Paus bungkuk umumnya cukup sering terlihat di Amazon Basin pada saat musim dingin. Namun, bangkai paus ini ditemukan pada musim yang berlawanan, yaitu musim panas. Karena itu, temuan bangkai paus bungkuk yang jauh dari pantai dan di musim yang tak seharusnya ini cukup mengejutkan.

Baca Juga:  Wah! Lebah Ternyata Mampu Memahami Soal Matematika Dasar

Selama musim panas di Amazon, paus bungkuk seharusnya sudah berenang lebih dari 6.000 kilometer ke arah selatan. Mereka seharusnya sudah dalam perjalanan menuju tempat makan mereka di Samudra Antartika yang dipenuhi krill saat musim panas.

Hingga saat ini, belum ada petunjuk yang dapat menjelaskan fenomena bangkai paus yang terdampar di Hutan Amazon ini. Namun bila dilihat dari ukurannya, para ahli biologi berpendapat bangkai paus ini kemungkinan masih anak-anak dengan usia yang tidak lebih dari satu tahun. Meski berukuran besar, ukuran bangkai paus ini hanya setengah dari ukuran paus bungkuk dewasa.

Ahli biologi berpendapat bangkai paus bungkuk yang masih anak-anak ini terpisah dari orangtuanya ketika berenang dan terseret ombak hingga ke tepi pantai. Setelah itu, tersangkut di pepohonan bakau dan mati di daratan Hutan Amazon karena tidak bisa melepaskan diri. Teori lainnya, anak paus bungkuk ini sejak awal sudah mati karena memakan sampah-sampah plastik di lautan. Bangkai anak paus bungkuk ini kemudian terseret hingga ke daratan di Hutan Amazon.

Selanjutnya untuk mengetahui penyebab kematian anak paus bungkuk ini, tim ahli akan melakukan autopsi. Penyebab kematian anak paus bungkuk ini bisa didapatkan dalam 10 hari.